“Untuk menjawab tantangan ketergantungan gadget, kami meluncurkan program Geliat (Gerakan Literasi Al Fatwa). Dua pekan sekali anak-anak membaca bersama di lapangan dan menceritakan kembali (retelling) apa yang mereka baca. Kami juga mendorong literasi visual melalui eskul komik dan pemanfaatan media digital.”
Dengan pola tersebut, literasi tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca buku, tetapi juga dikembangkan melalui kemampuan berbicara, memahami bacaan, serta literasi visual.
Al-Qur’an Menjadi Bagian dari Rutinitas Harian Siswa
Selain literasi, pendidikan Al-Qur’an menjadi salah satu program yang menonjol dalam pembelajaran di Al-Fatwa.
Baca Juga:Masihkah Republik Ini Milik Rakyat?Tevis Foundation Gelar Pelatihan Gratis untuk Guru Ngaji dan Madrasah di Kabupaten Bandung
Program Al-Qur’an diterapkan melalui pembiasaan yang dilakukan beberapa kali dalam satu hari. Konsep tersebut menjadi upaya sekolah untuk membuat interaksi siswa dengan Al-Qur’an tidak hanya berlangsung pada satu sesi pembelajaran.
Pada pagi hari, siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan hafalan, murajaah, dan setoran hafalan kepada guru pendamping Al-Qur’an masing-masing.
Kemudian, pada waktu istirahat pertama, siswa kembali diarahkan untuk membaca Al-Qur’an. Aktivitas tersebut dilakukan dengan iringan murattal yang diputar melalui speaker dari ruang guru.
Pembiasaan serupa kembali dilakukan menjelang siswa pulang sekolah.
Dengan demikian, dalam satu hari siswa memiliki beberapa kesempatan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik melalui kegiatan menghafal, mengulang hafalan, menyetorkan hafalan, maupun membaca.
Konsep ini menjadi salah satu upaya sekolah membantu siswa yang kemampuan membaca Al-Qur’annya belum lancar agar memiliki kesempatan untuk terus berlatih dan terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Pola tersebut sekaligus memperkuat program Tahfidz dan Tahsin yang menjadi salah satu program unggulan SD Plus Al-Fatwa. Berdasarkan profil sekolah, program tersebut merupakan program intensif Al-Qur’an dengan target hafalan yang terukur.
Orang Tua Turut Dilibatkan dalam Program Al-Qur’an
Pembelajaran Al-Qur’an juga tidak berhenti ketika siswa meninggalkan sekolah.
Baca Juga:Komisi X DPR Respons Putusan MK Soal Anggaran MBG, Ledia Hanifa: Perlu Restrukturisasi Pendanaan PendidikanMelawan Lupa Tragedi Maut Pendopo Garut: 3 Korban Jiwa Bukan Hanya Angka
Khusus pada program Al-Qur’an jenjang SD, terdapat kegiatan di akhir pekan yang melibatkan sinergi antara siswa dan orang tua. Siswa dibantu orang tua untuk melanjutkan hafalan maupun melakukan murajaah di rumah.
