JABAR EKSPRES – Membangun kebiasaan membaca dan kedekatan anak dengan Al-Qur’an sejak dini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Yayasan Da’wah Islam Al-Fatwa (YADISAB) Bandung.
Melalui satuan pendidikan yang mencakup jenjang TK, SD, hingga SIK atau jenjang setara SMP, Yayasan Al-Fatwa mengembangkan program yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di setiap jenjang.
Menariknya, pembiasaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Program literasi dan Al-Qur’an dirancang agar menjadi bagian dari rutinitas siswa sehari-hari, sehingga membaca, menghafal, murajaah, hingga menceritakan kembali bacaan dapat berkembang menjadi kebiasaan.
Baca Juga:Masihkah Republik Ini Milik Rakyat?Tevis Foundation Gelar Pelatihan Gratis untuk Guru Ngaji dan Madrasah di Kabupaten Bandung
Konsep tersebut sejalan dengan komitmen SD Plus Al-Fatwa yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Da’wah Islam Al-Fatwa Bandung tersebut telah berdiri sejak 2002 dan mengembangkan pembelajaran modern dengan penekanan pada pendidikan keislaman serta pembentukan karakter.
Program Literasi Disesuaikan dengan Jenjang Pendidikan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program pendidikan Al-Fatwa adalah pengembangan literasi.
Program literasi tidak dibuat dengan pola yang sama untuk seluruh peserta didik. Setiap jenjang memiliki pendekatan masing-masing sesuai dengan usia dan perkembangan anak.
Pada jenjang TK, misalnya, kegiatan membaca dilakukan dengan pendampingan orang tua. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting agar kebiasaan membaca dapat terus dibangun sejak anak berada di usia dini.
Sementara pada jenjang SD hingga SIK atau setara SMP, siswa diberikan waktu khusus untuk membaca. Setelah membaca, siswa tidak hanya diminta menyelesaikan buku, tetapi juga diarahkan untuk melakukan retelling atau menceritakan kembali isi bacaan yang telah dibacanya.
Pendekatan tersebut membuat aktivitas membaca tidak berhenti pada kemampuan mengenali tulisan, tetapi juga mendorong siswa memahami informasi dan mampu menyampaikan kembali apa yang telah dipelajari.
Pada jenjang SD Plus Al-Fatwa, pengembangan literasi tersebut juga diwujudkan melalui Gerakan Literasi Al Fatwa atau Geliat. Penanggung Jawab Literasi, Numerasi, dan Prestasi SD Plus Al-Fatwa, Fitri Siti Kamariah, mengatakan program tersebut salah satunya dirancang untuk menjawab tantangan ketergantungan anak terhadap gawai.
