Jabar Ekspres – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pembentukan Holding BUMD PT Sanggabuana dibentuk. Mereka akan bekerja hingga 30 September nanti untuk membahas raperda.
Pansus itu resmi dibentuk Kamis (20/8). Pansus 18 juga sekaligus membahas raperda penyertaan modal untuk Holding BUMD tersebut.
Dalam kesempatan itu Politikus PPP M Romli didapuk sebagai ketua pansus. Ia didampingi Tobias Ginanjar sebagai wakil ketua dan Farabi El Fouz A. Rafiq yang juga sebagai wakil ketua.
Baca Juga:Moxy Bandung Hadirkan Promo Stay Longer Feel Better, Liburan Makin Nyaman dengan Benefit EksklusifViral! Dangdutan di Halaman Masjid Ciamis Tuai Kecaman
Sebelum pembentukan pansus, Fraksi – Fraksi di DPRD sempat memberikan beberapa masukan terkait pembentukan Holding itu. Misalnya dari Fraksi Partai Demokrat.
Pertama Fraksi mempertanyakan terkait kajian komprehensif pembentukan holding itu. Lalu yang dipertegas adalah terkait seleksi atau pengisian jabatan Direksi ataupun Komisaris. “Perlu dilakukan secara transparan. Jangan sampai dominan pertimbangan politik atau kepentingan tertentu,” jelas Dede Candra perwakilan Fraksi Demokrat.
Selain itu, Partai Demokrat juga mempertanyakan dasar penetapan angka penyertaan modal terhadap holding tersebut. “Ini harus ditetapkan secara proporsional dengan kondisi keuangan daerah,” cetusnya
Di hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan juga merespon berbagai pertanyaan Fraksi. Ia menegaskan bahwa pembentukan Holding BUMD PT Sanggabuana telah berdasarkan kajian Feasibility Study yang matang. “Termasuk analisis bisnis, ” katanya.
Erwan juga menegaskan terkait sistem profesional dalam pengisian jabatan direksi. “Pemenuhan pengurus dilakukan dengan seleksi profesional kelas nasional, ” terangnya. (son)
