Peringatan World Cleanup Day 2026 Sentil Keras Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai Cikakak

Peringatan World Cleanup Day 2026 Sentil Keras Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai Cikakak
Relawan lingkungan bersama pelajar membersihkan aliran Sungai Cikakak dari sampah saat aksi memperingati \"World Clean Up Day\" di Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2026). Gerakan membersihkan sungai dan lingkungan peringatan \"World Cleanup Day\" yang diinisiasi oleh komunitas River Clean Up serta Komunitas One Six Sauyunan tersebut untuk menjaga ekosistem lingkungan khususnya di aliran sungai. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tumpukan sampah masih menjadi wajah yang kerap terlihat di aliran Sungai Cikakak, Kota Bandung. Kondisi itu mendorong River Clean Up Indonesia bersama Komunitas One Six Sauyunan dan warga Nyengseret turun langsung melakukan aksi bersih-bersih sungai, Sabtu (19/9/2026).

Momentum World Clean Up 2026 dimanfaatkan bukan hanya untuk mengangkat sampah dari Sungai Cikakak, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sungai. Aksi River Clean Up Indonesia ini menjadi bagian dari gerakan bersama agar persoalan sampah sungai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Pembina Komunitas One Six Sauyunan yang bekerja sama dengan River Clean Up Indonesia, Sandi Syarif, mengatakan aksi World Clean Up 2026 diikuti sekitar 120 peserta.

Baca Juga:Kabar Gembira! Pemprov Jateng Bebaskan Denda dan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Mulai 21 September 2026Singaparna Segera Ditata, Dari Penataan Kios hingga Hotmix Terminal

Mereka terdiri dari mahasiswa, warga, Karang Taruna, LPM, Gober, pengurus RW 5 Liogenteng, hingga komunitas lainnya yang bergerak membersihkan Sungai Cikakak di Kelurahan Nyengseret.

“Untuk kegiatan World Clean Up Day kali ini, kita dibagi di beberapa titik. Khusus yang di sini adalah titik Cikakak yang berada di Kelurahan Nyengseret. Jumlah peserta yang terdaftar ada 120 orang, bersama mahasiswa dan warga,” ujar Sandi saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi.

Menurut Sandi, kegiatan River Clean Up Indonesia kali ini juga melibatkan Bank Sampah One Six Sauyunan. Kolaborasi tersebut diperkuat berbagai unsur masyarakat, termasuk Karang Taruna, LPM, Gober, pengurus RW, serta mahasiswa yang ikut turun langsung menangani sampah Sungai Cikakak.

Hasil pembersihan Sungai Cikakak Bandung menunjukkan persoalan sampah masih cukup beragam. Sampah plastik menjadi salah satu temuan yang paling banyak terlihat, disusul styrofoam hingga popok sekali pakai atau pampers.

“Dan tentunya ada banyak sampah yang masih nyatu. Itu yang susah kita pilah. Tapi tetap masih banyak sampah plastik,” kata Sandi.

Banyaknya sampah plastik di Sungai Cikakak juga menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, permukiman warga di kawasan tersebut berdempetan dengan aliran sungai.

Edukasi kepada masyarakat, kata Sandi, sebenarnya sudah dilakukan. Namun, pengawasan terhadap kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak mudah dilakukan secara langsung.

0 Komentar