Dari Tongkrongan Jadi Komunitas, Begini Awal Mula Sarijadi Stones Complex 

Sesepuh Sarijadi Stones Complex, Ofik Biak (Gitar) saat tampil Bersama Band Starmeup pada Sound Alliance Bandu
Sesepuh Sarijadi Stones Complex, Ofik Biak (Gitar) saat tampil Bersama Band Starmeup pada Sound Alliance Bandung di Badak Singa 6 Communal Space, Coblong, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang digelar komunitas Sarijadi Stones Complex (SSC) tersebut menghadirkan sejumlah grup musik rock \'n\' roll dan classic rock sebagai wadah silaturahmi serta kolaborasi lintas genre. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebelum dikenal sebagai komunitas pencinta The Rolling Stones, Sarijadi Stones Complex atau SSC ternyata berawal dari tongkrongan sederhana anak-anak SMP dan SMA di kawasan Sarijadi, Kota Bandung.

Dari kebiasaan berkumpul dan memainkan lagu-lagu The Rolling Stones, cikal bakal komunitas ini perlahan tumbuh hingga bertahan lintas generasi.

Sesepuh Sarijadi Stones Complex, Ofik Biak, menuturkan akar SSC sudah terasa sejak sekitar 1989. Kala itu, anak-anak muda di Sarijadi banyak menggemari musik The Rolling Stones dan menjadikan musik rock and roll tersebut sebagai bagian dari keseharian mereka.

Baca Juga:Tiga Rumah Panggung di Bojonggambir Ludes Dilalap Api, Diduga Bara Tungku Gula Aren Jadi PemicuKebun Raya Kenalkan Koleksi Tumbuhan Indonesia di FLOII Expo 2026 Lewat Booth Interaktif

Menurut Ofik, pada era 1980-an hingga 1990-an, bahkan sampai awal 2000, belum ada komunitas resmi yang menaungi para penggemar The Rolling Stones di Sarijadi. Namun, aktivitas bermusik dan tongkrongan anak-anak muda sudah berlangsung cukup ramai.

“Maksudnya sejak SMP dan SMA itu, di Sarijadi kalau enggak Stonenan (musik The Rolling Stones), anak-anak SMP tuh kayak gimana gitu, jadi berawal dari situ,” ujar Ofik saat diwawancarai Jabar Ekspres dalam acara Sound Alliance Sarijadi Stones Complex x Discharmonix United Gigs di Badak Singa 6 Communal Space, Coblong, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).

Tongkrongan di Sarijadi tersebut semakin hidup ketika memasuki momentum perayaan HUT Kemerdekaan atau Agustusan. Setiap blok di kawasan Sarijadi biasanya memiliki kelompok anak muda yang tampil membawakan lagu-lagu The Rolling Stones.

“Akarnya untuk anak-anak Sarijadi kan, anak-anak SMP, waktu zaman saya SMP, SMA itu, musik The Rolling Stones. Nah, di Sarijadi itu kan banyak blok rumah ya. Nah, masing-masing blok tuh pasti kalau setiap Agustusan, awalnya Agustusan sih, pasti bawain The Rolling Stones,” kata Ofik.

Dari kebiasaan nongkrong dan bermain musik itulah hubungan antarpenggemar The Rolling Stones semakin erat. Hingga pada sekitar tahun 2000, almarhum Kang Imam mencetuskan gagasan untuk menyatukan para penggemar The Rolling Stones di Sarijadi dalam satu wadah.

“Maka lahirlah Sarijadi Stones Complex, kurang lebih tahun 2000-an,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Sarijadi Stones Complex mulai berkembang sebagai wadah bagi para pencinta musik The Rolling Stones. Aktivitas yang sebelumnya hanya sebatas tongkrongan anak SMP dan SMA kemudian berkembang menjadi komunitas yang tetap aktif hingga sekarang.

0 Komentar