Dua Hari Berturut-turut, Api Sambar Rumah Warga dan Lahan Sampah di Tasikmalaya

Dua hari dua peristiwa kebakaran hanguskan du rumah dan lahan pembuangan sampah di Tasikmalaya
Dua hari dua peristiwa kebakaran hanguskan du rumah dan lahan pembuangan sampah di Tasikmalaya/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Si jago merah kembali menunjukkan ancamannya di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam dua hari berturut-turut, kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda. Dua rumah warga di Kecamatan Leuwisari terbakar pada Sabtu (15/8/2026) malam, sementara sehari kemudian api melalap lahan pembuangan sampah di Kecamatan Sukarame.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kedua peristiwa tersebut ditangani bersama petugas dan warga. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut, namun kebakaran rumah menyebabkan bangunan milik warga mengalami kerusakan.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Cilampunggirang RT 07/RW 02, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Sabtu sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca Juga:Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan IndonesiaSambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba Tradisional

Kobaran api menghanguskan dua unit rumah. Salah satunya ditempati Patah, 80 tahun, bersama dua kepala keluarga dengan total lima jiwa. Sementara rumah lainnya ditempati Odi, 60 tahun, seorang diri.

Informasi awal menyebutkan api diduga berasal dari tungku hawu. Api kemudian menjalar ke bagian atas rumah dan dengan cepat membesar hingga membakar bangunan.Warga dan petugas berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke rumah di sekitarnya. FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya ikut mendukung proses penanganan dengan menyuplai air untuk kebutuhan pemadaman oleh petugas Damkar.

Belum sempat situasi kebakaran benar-benar menjadi perhatian, api kembali muncul pada Minggu (16/8/2026).Kali ini, yang terbakar bukan rumah warga, melainkan lahan pembuangan sampah di Kampung Cinusa, Desa Sukarame, Kecamatan Sukarame. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB.

Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke bagian lahan lainnya. Kepulan asap bahkan disebut telah terlihat sejak beberapa hari sebelum api membesar pada Minggu pagi.

Kondisi lahan yang dipenuhi material mudah terbakar membuat api berpotensi meluas. Petugas kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mengantisipasi kobaran menjalar ke area lain.

FK Tagana bersama Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya kembali turun tangan. Selain membantu penanganan di lokasi, Tagana menyuplai air untuk mendukung proses pemadaman.

Jembar mengatakan rangkaian kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menganggap sepele sumber api, terutama saat kondisi lingkungan kering.”Pembakaran sampah harus benar-benar diawasi dan dipastikan padam. Jangan sampai api yang awalnya kecil justru merambat dan menimbulkan kebakaran lebih luas,” kata Jembar, Minggu (16/8/2026).

0 Komentar