PT Len Industri Perkuat Integrasi Teknis Sistem Kendaraan Listrik Berbasis Pengalaman Rekayasa Sprint

PT Len Industri Perkuat Integrasi Teknis Sistem Kendaraan Listrik Berbasis Pengalaman Rekayasa Sprint
PT Len Industri Perkuat Integrasi Teknis Sistem Kendaraan Listrik Berbasis Pengalaman Rekayasa Sprint
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pendekatan berbasis verifikasi dan penyelarasan teknis menjadi fondasi keterhubungan sistem kendaraan listrik yang aman, andal, dan terukur.BANDUNG, 10 Agustus 2026 — PT Len Industri (Persero) memperkuat pendekatan integrasi teknis sistem kendaraan listrik dengan berpijak pada pengalaman rekayasa Electrical Bike Sprint — motor trail listrik yang dirancang, diuji, dan dirakit di Indonesia — sebagai referensi engineering untuk mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang aman, andal, dan terukur.

Integrasi teknis tersebut menjadi penting karena kendaraan listrik merupakan sistem yang menghubungkan berbagai komponen seperti baterai, manajemen daya, proteksi, infrastruktur pengisian, layanan, dan data. Adanya perbedaan standar, antarmuka, serta parameter teknis antarsistem dapat menghambat interoperabilitas dan kesinambungan layanan sehingga diperlukan penyelarasan teknis dan verifikasi berbasis data.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, menekankan bahwa keandalan ekosistem kendaraan listrik nasional bertumpu pada integrasi yang matang, bukan sekadar keunggulan masing-masing komponen.

Baca Juga:Bandung Marketing Week 2026 Digelar Lima Hari, Bahas Strategi Menang di Era AIPemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien

“Kekuatan ekosistem kendaraan listrik tidak ditentukan oleh satu komponen terbaik, melainkan oleh seberapa baik seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan. Di sinilah integrasi teknis menjadi penentu — memastikan setiap subsistem terverifikasi, saling kompatibel, dan dapat diandalkan sebelum sampai ke pengguna,” kata Joga Dharma Setiawan.

Sebagai perusahaan dengan kompetensi di bidang rekayasa dan integrasi sistem, Len memiliki pengalaman mengintegrasikan teknologi kompleks lintas domain. Pengalaman itu pula yang mendasari pengembangan Electrical Bike Sprint, motor trail listrik karya anak bangsa, sebagai salah satu referensi teknisnya.Pengembangan Sprint memberikan pengalaman teknis dalam mengintegrasikan sistem energi, kendali, dan proteksi dalam satu kesatuan kendaraan. Pembelajaran tersebut menjadi referensi engineering untuk memperkuat pendekatan integrasi berbasis data, verifikasi, dan kesesuaian teknis lintas sistem, bukan sebagai representasi pengembangan produk komersial dalam program kendaraan listrik.

Sebagai gambaran teknis, Sprint menggunakan motor listrik berdaya 3.000 Watt dengan kecepatan hingga 80 km/jam dan jarak tempuh hingga 60 kilometer. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional, termasuk aktivitas yang membutuhkan tingkat kebisingan rendah, dengan daya angkut hingga 190 kg, suspensi depan teleskopik, serta rem cakram pada kedua roda. Penggunaan tenaga listrik juga membuatnya tanpa emisi saat digunakan, efisien dalam konsumsi energi, dan relatif hemat dalam perawatan.

0 Komentar