Ia berharap harga segera stabil. “Selama MBG berjalan, harga ayam terus mahal. Keberadaannya merugikan pedagang di pasar,” harapnya.
Sementara itu, pedagang sayuran Aron menyebutkan tiga jenis sayuran yang harganya naik cukup tajam. Cabai tanjung yang semula Rp50.000 kini menjadi Rp80.000 per kilogram. Kacang panjang naik dari Rp16.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, sedangkan buncis dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Program MBG sempat dihentikan sementara pada 22 Juni–13 Juli 2026 bertepatan dengan libur sekolah semester genap. Setelah program kembali aktif, harga sejumlah kebutuhan pokok langsung naik. Kondisi ini dikeluhkan warga. “Benar-benar parah. Tadi ingin buat soto ayam, tapi tidak jadi karena harganya lagi tinggi,” ujar Salsabila, ibu rumah tangga warga Ujungberung, Senin (10/8/2026).
Baca Juga:Legenda Timnas Gabung di Soekarno Cup, Komitmen Bangun Talenta Muda Sepak Bola IndonesiaGempa M 5,3 Dirasakan di Bandung hingga Sukabumi, BPBD Lakukan Pemantauan Intensif
Menurut Salsabila, kenaikan harga biasanya dipengaruhi musim kemarau, cuaca buruk, atau hari besar keagamaan. Namun ia menduga program MBG juga memberikan dampak cukup signifikan. “Sejak ada MBG, harga-harga mahal semua. Stok barang pun sering habis,” katanya.
Kenaikan harga juga terjadi pada beras. Di sejumlah minimarket dan supermarket, harga beras jenis tertentu naik dari Rp74.000 menjadi Rp82.000 per karung 5 kilogram. Stok beras di beberapa gerai bahkan kosong. (tur)
