Gempa M 5,3 Dirasakan di Bandung hingga Sukabumi, BPBD Lakukan Pemantauan Intensif  

gempa bumi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang sejumlah wilayah Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, Rabu (5/8) malam. (FOTO ILUSTRASI)
0 Komentar

BANDUNG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang sejumlah wilayah Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, Rabu (5/8) malam. Hingga laporan sementara ini, belum ada laporan korban jiwa, kerusakan bangunan, maupun warga yang mengungsi.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 21.55.41 WIB. Episenternya berada di koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur, atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 18 kilometer.

Hasil pemantauan jejaring Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BMKG, BPBD kabupaten/kota, serta komunitas radio amatir menunjukkan guncangan dirasakan di berbagai daerah.

Baca Juga:Sengketa UMSK Berakhir, Jadi Awal Perbaikan Sistem Upah JabarBanteng Jabar FC U-17 Bidik Juara Soekarno Cup 

Intensitas tertinggi mencapai III MMI (dirasakan nyata di dalam rumah) di Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk. Intensitas serupa juga terasa di Kecamatan Nagrak dan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, serta wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Guncangan dengan intensitas II–III MMI dilaporkan di Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Ciwidey, dan Pangalengan. Sementara intensitas II MMI dirasakan di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, Garut, dan Palabuhanratu.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, intensitas tertinggi masih masuk kategori ringan. “Meskipun potensi kerusakan struktur sangat kecil, kami tetap meminta BPBD kabupaten dan kota melakukan pengecekan lapangan, terutama di wilayah yang merasakan guncangan cukup nyata,” ujarnya.

Secara sementara, gempa diperkirakan bersumber dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Episenternya di laut dengan kedalaman relatif dangkal membuat guncangan terasa cukup luas, meski intensitasnya rendah di daratan.

BPBD Provinsi Jawa Barat telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, dan daerah lain yang merasakan guncangan untuk terus memantau serta memeriksa kemungkinan kerusakan ringan, seperti retakan dinding. Masyarakat diimbau tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan sebelum beraktivitas kembali, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi resmi terkait aktivitas gempa dan kemungkinan gempa susulan diminta mengacu pada BMKG, BPBD, serta instansi terkait. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD kabupaten/kota. Jika ditemukan dampak di lapangan atau ada informasi terbaru, laporan akan segera diperbarui,” tambah Teten.

0 Komentar