Sekretaris Golkar Ahmad Hidayat Didapuk Jadi Kordinator Presidium MW KAHMI Jabar

MW KAHMI Jabar
Ahmad Hidayat (dua dari kiri) pimpin MW KAHMI Jabar.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ahmad Hidayat resmi didapuk sebagai Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat.

Anggota DPRD Jawa Barat itu ingin kembalikan qitoh dan marwah organisasi.

Amanah baru pria yang juga Sekretaris DPD Golkar Jawa Barat itu didapat berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) yang tuntas digelar beberapa hari terakhir.

Baca Juga:Peluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis PanganOJK Tegaskan Keuangan Tetap Sehat, Defisit di Laporan 2025 Hanya Dampak Transisi Akuntansi

Persaingan sebenarnya cukup ketat. Setidaknya ada 16 calon presidium yang ikut berpartisipasi untuk memperebutkan 7 ranking terbesar.

Kemudian dengan proses pemungutan suara, presidium dengan suara tertinggi ditetapkan menjadi koordinator presidium tetap selama 5 tahun untuk periode 2026-2031. Hasilnya, Ahmad Hidayat yang mendapat suara terbanyak.

Pemilihan itu juga cukup berdinamika. Di antaranya adalah posisi ke 7 yang menghasilkan suara imbang antara Budi Kurnia dan Prof Ahmad Sarbini. Lalu dengan berbagai pertimbangan, Budi Kurnia memilih legawa untuk menyerahkan estafet kepemimpinan ke Prof Ahmad Sarbini.

Kini 7 Presidium MW KAHMI Jawa Barat telah terpilih. Ahmad Hidayat akan didampingi 6 tokoh presidium yaitu, Suprih Rozikin, Agus Asri Sabana, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein, Dodi Ferdina Kusnandar, Husni Farhani dan Prof Ahmad Sarbini.

Ahmad Hidayat menjelaskan, amanah itu akan dijaga dengan baik. Ia juga mengajak kepada seluruh keluarga besar KAHMI Jabar, untuk tetap solid, bersama sama berjuang memberikan kontribusi nyata bersama pemerintah dalam mewujudkan Jabar Istimewa.

Salah satu semangat yang akan dijunjung adalah soal qitoh organisasi.

“Kami ingin mengembalikan qitoh dan marwah organisasi. Di antaranya sebagai sebagai mata air pengkaderan. Kami ingin memastikan bahwa kaderisasi di berbagai daerah ini bisa berjalan,” cetusnya, Sabtu (8/8).

Menurut Ahmad, MW KAHMI berisi insan akademis, pencipta dan pengabdi. Sudah semestinya bisa menjadi mitra strategis Pemprov.

Baca Juga:RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Raih Penghargaan Internasional, Layanan Stroke Akut Sabet Status Platinum DuniaEks TPA Cinangsi Tasikmalaya Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api hingga Pagi Hari

“Jadi memberikan gagasan-gagasan positif, masukan-masukan positif bagi pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten kota agar terciptanya masyarakat yang adil dan makmur,” katanya.

Selain itu, Ahmad juga menyiapkan 5 Misi besar. Di antaranya Penguatan Kapasitas Anggota, Konsolidasi dan Sinergi Jaringan, Kontribusi Sosial dan Kebangsaaan, Penguatan Nilai dan Identitas, hingga Inovasi dan Adaptasi Zaman.(son)

0 Komentar