Konseling Gizi, Cegah Gizi Buruk dan Inovasi Puding Jagung di Posyandu Melati Kampung Cisereuh Bandung

Konseling Gizi Cegah Gizi Buruk dan Inovasi Puding Jagung di Posyandu Melati Kampung Cisereuh Bandung
Konseling Gizi, Cegah Gizi Buruk dan Inovasi Puding Jagung di Posyandu Melati Kampung Cisereuh Bandung. (sumber: Erika K. D., mahasiswa KKN kelompok 11 Universitas Bhakti Kencana)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 11 Universitas Bhakti Kencana (UBK) melaksanakan kegiatan konseling gizi bagi ibu dan balita di Posyandu Melati Kampung Cisereuh RW 07, Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan gizi buruk pada anak.

Mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Bidan Irma Fitriasari selaku Bidan Desa, Lilis N, selaku Kader Posyandu beserta jajarannya, dan Ibu RW 07, menggelar kegiatan konseling gizi bagi ibu dan balita di Posyandu Kampung Cisereuh RW 07.

Baca Juga:Mahasiswa KKN UBK Gelar Edukasi PHBS dan Praktik Sikat Gigi Bersama Siswa Kelas I SDN CibogoMahasiswa KKN 08 Bhakti Kencana University Gelar Penyuluhan Pencegahan Stunting di Desa Lamajang Pangalengan

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya integratif, promotif, dan preventif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan gizi buruk pada anak sejak usia dini.

Kegiatan konseling dilakukan secara langsung kepada orang tua dengan penyampaian materi yang sederhana dan mudah dipahami.

Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengertian gizi buruk, faktor penyebab, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui makanan yang beragam dan bergizi.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin melalui Posyandu.

Pemantauan berat badan dan tinggi atau panjang badan anak menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan serta mendeteksi lebih awal apabila terdapat masalah gizi.

Bidan Irma Fitriasari, bersama mahasiswa KKN menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak melalui Posyandu secara berkala.

Pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala menjadi indikator vital untuk memantau status gizi anak sekaligus mendeteksi secara dini apabila terdapat gangguan atau keterlambatan pertumbuhan.

Baca Juga:DUSUN CERDIK Dorong Masyarakat Dusun 3 Lebih Peduli Terhadap Pencegahan PTM Berbasis GermasSEHATI ALAMENDAH: Edukasi Cegah Hipertensi dan Cek Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Alamendah

Selain konseling, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi olahan pangan lokal berupa puding jagung.

Jagung diolah menjadi puding dengan tekstur lembut dan rasa yang menarik sebagai salah satu alternatif makanan selingan bagi anak.

Pengenalan puding jagung dilakukan untuk memberikan inspirasi kepada orang tua agar dapat memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi olahan makanan yang lebih menarik bagi anak.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga menjelaskan bahwa puding jagung bukan pengganti makanan utama, melainkan dapat menjadi salah satu pilihan makanan selingan dalam pola makan anak yang tetap beragam dan bergizi.

0 Komentar