JABAR EKSPRES – Pendidikan kewirausahaan sejak usia muda dinilai menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang mampu membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
Pandangan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Prestasi Junior Indonesia (PJI), program yang selama lebih dari dua dekade membekali pelajar dengan pengalaman langsung membangun dan mengelola bisnis. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis talenta muda.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak wirausaha untuk mencapai status negara maju. Mengacu pada data World Bank, Indonesia memerlukan sekitar 10–12 persen wirausaha, dengan sedikitnya 4 persen sebagai titik awal. Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia masih berada di bawah angka tersebut.
Baca Juga:Tarif Nol Persen ke Jepang Jadi Peluang Emas, KKP Fokus Perkuat Kualitas Tuna dari HuluRayakan Hari Anak, Mayapada Hospital Bandung Kenalkan Inovasi Layanan Pediatric Center
“Enterpreneurship bukan hanya soal memiliki perusahaan, namun definisi jiwa kewirausahaan adalah tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan melakukan setiap pekerjaan dengan tujuan yang jelas,” kata Irene dikutip dari ANTARA, Senin (3/8).
Melalui dukungannya terhadap PJI, Kemenekraf berharap semakin banyak anak muda yang memiliki keterampilan berwirausaha sekaligus mampu menghasilkan inovasi yang berdampak bagi perekonomian nasional.
Sejak 2011, PJI telah membekali lebih dari dua juta anak muda Indonesia dengan keterampilan dunia kerja, literasi keuangan, serta kemampuan membangun usaha yang berkelanjutan.
Chairman of the Executive Board PJI, Pribadi Setiyanto, menjelaskan seluruh program PJI menggunakan pendekatan experiential learning, sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menjalankan bisnis. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor dan sukarelawan yang berasal dari kalangan profesional dan pelaku usaha.
Salah satu program unggulan PJI adalah Student Company, yang memberi kesempatan kepada siswa SMA dan SMK mendirikan serta mengelola perusahaan mereka sendiri. Melalui program tersebut, peserta belajar mengembangkan produk, menyusun model bisnis, memimpin tim, mengelola keuangan, memahami kebutuhan pelanggan, hingga menghadapi tantangan bisnis secara langsung.
“Selama 20 tahun pelaksanaannya di Indonesia, Student Company telah menjangkau lebih dari 18.000 siswa dan melahirkan 845 bisnis siswa. Pada periode 2025-2026, pengembangan ide bisnis peserta difokuskan pada empat isu strategis, yaitu ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, perubahan iklim, dan kekayaan lokal,” ujar Pribadi.
