Tekan Kemiskinan 10,15 Persen, Pemkab Tasikmalaya Andalkan Perbaikan Infrastruktur hingga Peluang Kerja

Tekan Kemiskinan 10,15 Persen, Pemkab Tasikmalaya Andalkan Perbaikan Infrastruktur hingga Peluang Kerja
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi. Foto : Prokopim
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya terus menyusun berbagai strategi untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini berada di angka 10,15 persen. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mengatakan upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan hanya melalui bantuan sosial, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Strategi pertama adalah membangun infrastruktur yang handal, terutama jalan. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” kata Asep, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:2 Hari Berturut-turut Kebakaran Lahan di Tasikmalaya, Kemarau Panjang Tingkatkan Ancaman BencanaPemkab Tasikmalaya Harap Sinergi dengan Kapolres Baru Kian Kuat

Menurutnya, strategi berikutnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dasar melalui sektor kesehatan dan pendidikan. Salah satu langkah yang kini tengah dilakukan pemerintah adalah memperbaiki berbagai fasilitas sekolah agar masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.

Di sisi lain, Pemkab Tasikmalaya juga terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Nol Persen. Program pinjaman modal tanpa bunga tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kalau masyarakat memiliki usaha yang berkembang, tentu pendapatan meningkat. Ini akan berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Selain mendorong kewirausahaan, pemerintah juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu program yang terus didorong adalah magang kerja ke Jepang melalui skema kerja sama resmi antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan).

Asep menjelaskan, pada periode sebelumnya sekitar 150 peserta asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil lolos seleksi awal program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang telah diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program pemagangan.

“Artinya peluang kerja itu sangat terbuka. Yang penting jangan malas, ikuti pelatihan, persiapkan diri, kemudian mengikuti seleksi. Setelah lolos, peluang untuk magang bahkan bekerja terbuka lebar,” katanya.

Selain Jepang, kata dia, masyarakat juga memiliki kesempatan mengikuti program penempatan kerja resmi ke Singapura dan Malaysia. Sementara bagi yang ingin meningkatkan kompetensi, tersedia berbagai pelatihan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bekerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.

0 Komentar