Ingatkan Risiko Sesar Lembang, DPRD KBB Dorong Pemetaan Jalur Evakuasi

Ingatkan Risiko Sesar Lembang, DPRD KBB Dorong Pemetaan Jalur Evakuasi
Foto udara memperlihatkan kepadatan permukiman di kawasan yang dilintasi Sesar Lembang. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta pemerintah daerah memetakan kembali kebutuhan sarana evakuasi di kawasan terdampak Sesar Lembang.

Langkah itu dinilai penting agar warga memiliki jalur penyelamatan yang jelas saat gempa terjadi.

Ketua DPRD KBB Muhammad Mahdi mengatakan, pemetaan ulang diperlukan untuk memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul tersedia sesuai tingkat risiko serta kondisi di masing-masing wilayah.

Baca Juga:Kemantapan Jalan Tasikmalaya Naik, Bupati Cecep: Tembus 70 Persen Akhir Tahun Ini!Masyarakat Desa Linggaraja Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Serentak di 4 Titik

“Jangan sampai ketika terjadi gempa masyarakat justru bingung mencari jalur untuk menyelamatkan diri. Karena itu, jalur evakuasi dan titik kumpul harus jelas sejak sekarang,” kata Mahdi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, wilayah Lembang dan Parongpong perlu mendapat perhatian dalam penguatan sarana evakuasi. Penentuan lokasi juga harus mempertimbangkan permukiman, sekolah, fasilitas publik, tempat wisata serta kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.

Mahdi menilai sarana evakuasi tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus mudah dikenali dan dapat diakses masyarakat ketika kondisi darurat.

“Kami menilai mitigasi bencana tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Infrastruktur pendukung juga harus tersedia agar masyarakat punya panduan yang jelas saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan anggaran mitigasi bencana. Hal itu mencakup sistem peringatan dini, ketersediaan logistik, pelatihan relawan hingga sarana pendukung evakuasi.

Menurut Mahdi, edukasi kebencanaan juga perlu diperkuat hingga lingkungan RT/RW dan sekolah. Masyarakat harus memahami fungsi rambu, arah jalur evakuasi serta lokasi titik kumpul sebelum bencana terjadi.

“Selain memahami risikonya, warga juga harus tahu secara nyata ke mana harus bergerak dan di mana titik aman yang sudah disiapkan,” katanya.

Baca Juga:Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan GelarDari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East

Untuk memperkuat langkah tersebut, pimpinan DPRD KBB akan mendorong rapat kerja bersama BMKG Stasiun Geofisika Bandung, PVMBG, BPBD KBB dan Dinas PUPR.

Rapat tersebut akan membahas sejumlah kebutuhan mitigasi, termasuk pemaparan peta risiko terbaru Sesar Lembang serta penguatan sarana evakuasi di kawasan yang berpotensi terdampak.

Mahdi menegaskan kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Menurutnya, masyarakat tidak akan memiliki banyak waktu untuk menentukan arah penyelamatan ketika gempa berlangsung.

0 Komentar