JABAR EKSPRES – Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan krisis air bersih di Kabupaten Ciamis secara signifikan. Hingga penghujung Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat telah mendistribusikan total 80 ribu liter air bersih, untuk meringankan beban ribuan warga di empat kecamatan yang sumber airnya mulai mengering.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa pendistribusian ini merupakan respons cepat atas laporan beruntun dari pemerintah desa.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah sumber air andalan masyarakat, seperti sumur dan mata air, tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Prosedur penyaluran bantuan, menurut Ani, selalu diawali dengan asesmen di lapangan begitu laporan resmi diterima.
Baca Juga:Bandung Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Farhan Pastikan Distribusi Air Bersih Terus BerjalanKekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih
“Setiap ada laporan yang masuk, kami langsung melakukan asesmen dan mengirimkan bantuan air bersih. Sampai saat ini total sekitar 80 ribu liter air sudah kami salurkan ke sejumlah wilayah terdampak,” ujar Ani, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan air bersih tersebut difokuskan untuk menyelamatkan warga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Cidolog, dan Kecamatan Ciamis. Dua kecamatan yang paling parah terdampak adalah Banjarsari dan Banjaranyar.
Di sana, total sebanyak 2.707 jiwa dari 10 dusun yang tersebar di lima desa terpaksa bergantung pada pasokan air dari tangki-tangki BPBD. Sementara itu, di wilayah perkotaan, Kelurahan Benteng yang masuk dalam Kecamatan Ciamis, sekitar 300 jiwa juga mulai merasakan dampak serupa.
Ani merinci desa-desa yang telah menjadi sasaran distribusi. Di Kecamatan Banjarsari, bantuan menyasar Desa Kawasen dan Desa Cibadak. Adapun di Kecamatan Banjaranyar, distribusi dilakukan ke Desa Banjaranyar, Desa Cigayam, dan Desa Cikaso.
Bantuan juga mengalir ke sejumlah titik di Kecamatan Cidolog dan Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis. “Pendistribusian dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau perkembangan tingkat urgensi di setiap desa,” katanya.
Penanganan bencana kekeringan ini tidak hanya bertumpu pada BPBD. Sejumlah instansi dan lembaga kemanusiaan turut bergerak bersama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis telah mengerahkan satu unit tangki air bersih ke Desa Karangpaninggal yang terletak di Kecamatan Tambaksari, sebuah wilayah yang juga mulai terpapar kekeringan.
