Wabup Bandung Tekankan Kualitas Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis

Rapat Koordinasi Pembinaan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Moh. Toha, Soreang, Se
Rapat Koordinasi Pembinaan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Moh. Toha, Soreang, Selasa (28/7/2026). Foto Diskominfo
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diukur dari banyaknya dapur yang beroperasi maupun jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas penyelenggaraan, keamanan pangan, dan sinergi seluruh pihak yang terlibat.

Penegasan tersebut disampaikan Ali saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Moh. Toha, Soreang, Selasa (28/7/2026).

Menurut Ali, MBG merupakan program strategis nasional yang menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:Respons Deklarasi untuk Adhitia Yudhistira di Pilkada 2029, PSI Cimahi Ingatkan Fokus Realisasi Janji KampanyeJaring Aspirasi Warga, Fraksi Golkar Cianjur Minta Pemkab Realisasikan Hasil Reses

“Kalau kita ingin siap menuju Indonesia Emas 2045, maka yang harus dipersiapkan dari sekarang adalah kualitas sumber daya manusianya. Program MBG menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Ali.

Ia mengatakan, manfaat MBG tidak hanya dirasakan peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai penerima manfaat. Program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian melalui pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Ali menyebut Kabupaten Bandung memiliki sekitar 550 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dan akan beroperasi. Dengan kebutuhan sekitar 50 tenaga kerja di setiap dapur, program tersebut diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 22 ribu lapangan pekerjaan.

“Program ini bukan sekadar memberi makan. Ada multiplier effect yang sangat besar, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga bergeraknya roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sekitar 1,25 juta warga Kabupaten Bandung diproyeksikan menjadi penerima manfaat MBG.

Ia meyakini program tersebut turut mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

Meski memiliki cakupan yang luas, Ali mengingatkan seluruh kepala SPPG dan mitra penyelenggara agar tidak mengabaikan kualitas pelayanan.

Baca Juga:PGN Perkuat Budaya Keselamatan Pelanggan Lewat Edukasi Safety Penggunaan Gas Bumi di Rusunawa MarundaDi Usia ke-394, Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Wujudkan 13 Program Prioritas Meski Dihadapkan Keterbatasan

Menurutnya, kebersihan, keamanan pangan, dan higienitas dapur harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.

“Bagus itu tidak harus mewah. Yang terpenting bersih, rapi, steril, dan higienis. Kualitas harus menjadi perhatian utama agar masyarakat benar-benar menerima manfaat dari program ini,” tegasnya.

Ali juga mendorong penyelenggara terus melakukan inovasi dalam sistem distribusi makanan tanpa mengubah ketentuan pokok yang telah ditetapkan.

0 Komentar