Jabar Genjot Perdagangan Antara Wilayah

Potret industri di Jawa Barat. (son)
Potret industri di Jawa Barat. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pasar perdagangan antar daerah masih cukup potensial. Karena itu, Pemprov mendorong para pelaku usaha untuk menggarap pasar tersebut.

Perdagangan Antar Wilayah (PAW) merupakan aktivitas perdagangan dan distribusi barang dari satu provinsi ke provinsi lain. Selain menggeliatkan ekonomi lokal itu juga berperan dalam memperkuat perdagangan dalam negeri.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar R. Nurtafiyana menuturkan, Jabar memiliki kekuatan industri manufaktur yang besar. Hal itu terlihat dari berbagai industri manufaktur yang terus tumbuh di Jawa Barat. Terbaru misalnya pabrik BYD di Subang.

Baca Juga:Green Forest Resort & Wedding Hadirkan Flash Sale September, Deluxe Room Mulai Rp700 Ribu99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi Manfaat

Karena itu perdagangan menjadi salah satu sektor penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah. “Ini kekuatan besar ekonomi, ” katanya, dalam keterangan Sabtu (19/8).

Nurtafiyana melanjutkan, perdagangan Jabar tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan di dalam daerah. Perluasan penjualan ke luar Jabar, termasuk ke luar Pulau Jawa, menjadi peluang yang perlu terus dikembangkan.

Misalnya berdasarkan data BPS, perdagangan antardaerah Jabar masih menunjukkan kondisi defisit antara barang yang dibeli dan dijual. Sementara itu, pola perdagangan nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. “Jadi peluangnya harus digenjot ke luar pulau Jawa, ” katanya.

Untuk menangkap peluang tersebut, ia menekankan perlunya penguatan perdagangan antar wilayah secara menyeluruh. Langkah tersebut mencakup penguatan produksi dan pasokan, rantai pasok, promosi dan business matching, pengiriman produk serta keberlanjutan transaksi, hingga monitoring dan evaluasi.

Lalu pengembangan perdagangan antar wilayah perlu berbasis data, mulai dari pengumpulan data, pemetaan dan analisis, pembangunan kerja sama, implementasi dan transaksi, hingga melihat dampaknya terhadap perekonomian.

Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan adalah data Perdagangan Antarpulau Barang (PAB). Data tersebut dapat digunakan untuk memetakan supply-demand, produk unggulan daerah, pola perdagangan antarwilayah, serta meningkatkan transparansi distribusi barang.(son)

0 Komentar