JABAR EKSPRES – Pemkot Bandung menawarkan investasi lahan di Kelurahan Derwati. Rencananya untuk pembangunan RS Derwati, namun Wali Kota Bandung M Farhan bakal menahan dulu proyek tersebut.
Lahan yang dimaksud terletak di Kelurahan Derwati, tepatnya di samping Jalan Tol dan rest area KM 147 yang lokasinya ada di belakang permukiman warga.
Pantauan Jabar Ekspres Kamis (17/9), lahan itu masih berupa lahan pertanian produktif. Padi yang siap panen juga nampak subur di kawasan tersebut.
Baca Juga:Wajah Baru Terminal Cicaheum, Kios Pedagang Dibongkar untuk Proyek Depo BRTDPKP Kota Bandung Digoyang Penipuan Proyek, Kadis Pilih Bungkam
Investasi lahan yang dimaksud seluas 3,418 hektare. Saat ini lahan tersebut ada dalam kendali PT Bandung Infra Investama (BII). Tanah itu dikerjasamakan dengan Kelompok Tani Mandiri Derwati dengan konsep bagi hasil.
Rencana investasi itu menguat salah satunya ada kegiatan kunjungan tim penilai lapangan, Kamis (10/9). Proyek RS Derwati itu masuk dalam 12 proyek strategis dalam ajang West Java Investment Challenge (WJIC) 2026.
Berkaitan dengan itu, Wali Kota Bandung M Farhan sempat merespon. Ia mengaku belum memberikan izin kelanjutan proyek tersebut.
“Saya belum ngasih izin,” jelasnya saat ditanya kelanjutan proyek, Kamis (17/9).
Pertanyaan itu juga berkaitan dengan kondisi lahan pertanian di Kota Bandung yang kian menipis. Lalu Wali Kota Farhan juga menekankan akan menahan lebih dulu proyek tersebut.
“Oh iya (ditahan dulu. Red). punya PT BII, itu punya BUMD, Bos. Tenang, itu di bawah kontrol kami,” katanya. (son)
