JABAR EKSPRES – Semangat Pramuka menggema di Bumi Perkemahan Pakuhaji, Kabupaten Bandung Barat. Selama 19–20 September 2026, MTsN Kota Cimahi menyelenggarakan Perkemahan Pramuka Kreasi (Kemah Religius, Edukasi, Aktif, dan Sinergi) dengan mengusung tema “Satu Tenda Seribu Cerita”.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar, berkarya, sekaligus mempererat kebersamaan melalui rangkaian aktivitas kepramukaan yang edukatif, religius, aktif, dan penuh sinergi bersama para pembina serta sesama peserta Pramuka.
Lebih dari sekadar perkemahan, Perkemahan Pramuka Kreasi di MTsN Kota Cimahi menjelma menjadi ruang belajar kehidupan. Di bawah tenda dan langit terbuka, para siswa ditempa untuk mandiri, merajut kerja sama, hingga mengasah kreativitas.
Baca Juga:Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh EtnisDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan
Tak hanya itu, kepedulian terhadap sesama pun tumbuh lewat setiap aktivitas yang dijalani bersama di alam.
Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, mengatakan kegiatan Perkemahan Pramuka Kreasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam hal kemandirian dan kebersamaan.
“Tujuan pendidikan itu salah satunya menginginkan peserta didik bisa menjadi mandiri. Dengan pramuka itu tentu mengajarkan kemandirian,” ujar Rubaitun saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi kegiatan, Minggu (20/9/26).
Menurutnya, pendidikan karakter melalui Pramuka tidak hanya berhenti pada kemampuan siswa untuk mandiri. Kebersamaan dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
“Selain kemandirian yang dilatih, juga harus ada kebersamaan. Pramuka juga akan mengajarkan kebersamaan. Inginnya anak-anak itu bisa bekerja sama,” katanya.
Rubaitun menambahkan, aspek religius juga menjadi perhatian dalam kegiatan Pramuka MTsN Kota Cimahi. Nilai tersebut diselaraskan dengan Dasa Darma Pramuka serta visi pendidikan yang diterapkan di lingkungan sekolah.
“Tujuannya, pertama pasti religius sesuai Dasa Darma Pramuka. Mereka menjadi orang yang bertakwa. Kemudian Pancasila, dan visi-misi kita juga pertama itu berakhlak,” ucapnya.
Perkemahan Jadi Ruang Belajar di Luar Kelas
Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic
Rubaitun menjelaskan, kegiatan Perkemahan Pramuka Kreasi digelar sebagai alternatif untuk memberikan pengalaman kepramukaan kepada siswa. Sebab, kegiatan ekstrakurikuler pada dasarnya tetap mempertimbangkan minat peserta didik.
“Makanya dibuatlah kegiatan seperti ini, perkemahan. Kalau umumnya di sekolah misalkan Persami, Sabtu-Minggu. Namun kita kasih nama KREASI, perkemahan religius, edukasi, aktif, dan sinergi,” tutur Rubaitun.
