Listrik Andal Jadi Sinyal Positif bagi Investasi

Listrik Jampang Kulon Dinilai Berpotensi Tarik Investasi di Selatan Jawa Barat
Ilustrasi listrik di Jampang Kulon. Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Ekonom Universitas Islam Bandung (Unisba) Ade Yunita Mafruhat menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor yang memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor.

“Pasokan yang stabil membantu perusahaan menjaga proses produksi, mengendalikan biaya, serta merencanakan pengembangan kapasitas usaha. Dalam ilmu ekonomi sebenarnya listrik itu adalah fondasi atau jalan tol bagi operasional bisnis,” kata Ade.

Menurut Ade, seperti halnya jalan tol yang memperlancar pergerakan barang dan aktivitas ekonomi, listrik merupakan infrastruktur yang memungkinkan kegiatan produksi berjalan secara konsisten.

Baca Juga:Program LUTD PLN UID Jabar Dinilai Bantu Perluas Akses Listrik, Keberlanjutan Perlu DiperkuatSADESSA Jadi Investasi SDM Desa, Puluhan Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Kuliah Gratis

Keandalan pasokan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menjalankan operasional, memp…[12.06, 6/10/2026] Cecep Bisnis Indo: PLN Dinilai Kunci Transisi Energi IndustriBANDUNG — Pengamat Ekonomi Energi sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (SUSTAIN) Tata Mustasya menilai kebutuhan listrik Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan aktivitas ekonomi.

“Pada saat yang sama, kebutuhan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. PLN menjadi kunci bagi pemenuhan kebutuhan listrik Indonesia yang terus meningkat sekaligus bagi proses transisi energi,” kata Tata.

Menurut Tata, pertumbuhan ekonomi akan mendorong peningkatan konsumsi listrik, terutama dari sektor industri yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar dan stabil. Kondisi tersebut berjalan bersamaan dengan tuntutan dunia usaha untuk menggunakan sumber energi dengan emisi yang lebih rendah.

“Jadi, kebutuhan energi kita bertambah, tetapi tambahan kebutuhan tersebut harus dipenuhi terutama dari energi terbarukan,” ujarnya.

Menurut Tata, tantangan tersebut membuat pengembangan sistem kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan ke dalam sistem.

Kebutuhan tersebut semakin terlihat pada industri dengan konsumsi energi tinggi, termasuk industri teknologi dan data center. Sektor-sektor tersebut membutuhkan listrik yang stabil sekaligus semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam penggunaan energi.

Tata menyebut konsep green corridor dapat menjadi salah satu pendekatan dengan menghubungkan sumber energi terbarukan dengan kawasan industri atau konsumen yang membutuhkan listrik rendah emisi.

0 Komentar