FK Tagana Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Bojonggambir

FK Tagana Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Bojonggambir
Tagana bersama berbagai pihak salurkan air bersih di Kecamatan Bojonggambir. Foto: Tagana
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Krisis air bersih di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, semakin memprihatinkan. Warga di sejumlah desa dilaporkan telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih tiga bulan terakhir akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebagai upaya membantu masyarakat terdampak, Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya kembali menyalurkan bantuan air bersih pada Kamis (23/7/2026). Kali ini, pendistribusian dilakukan di dua desa yang terdampak cukup parah, yakni Desa Padangkamulyan dan Desa Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, saat dikonfirmasi Jumat (24/7/2026), mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kekeringan yang semakin meluas.

Baca Juga:Pelayanan Tanpa Diskriminasi, Dodo Rasakan Manfaat Nyata Program JKNPanda Bond Langkah Tepat Kurangi Ketergantungan Terhadap Dolar?

“Distribusi air bersih masih terus berlanjut karena kebutuhan masyarakat terus meningkat. FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya juga terbuka untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai lintas sektor dalam aksi kemanusiaan ini, termasuk bersama organisasi kemasyarakatan,” ujar Jembar.

Dalam kegiatan tersebut, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila PAC Bojonggambir dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Bojonggambir untuk mendistribusikan total 12.000 liter air bersih kepada warga.

Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Padangkamulyan, yang mencakup dua dusun dan 11 RT dengan sekitar 700 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat. Sementara itu, 6.000 liter lainnya didistribusikan ke Desa Mangkonjaya yang menjangkau sekitar 450 kepala keluarga (KK).

Jembar menjelaskan, Kecamatan Bojonggambir menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya. Berkurangnya sumber mata air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Menurutnya, kolaborasi antara unsur relawan, organisasi masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut bergotong royong membantu masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin sehingga kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung,” katanya.

FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, BPBD, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi kekeringan. Apabila kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat, pendistribusian bantuan akan kembali dilakukan sebagai bagian dari upaya kemanusiaan dalam membantu warga yang terdampak krisis air bersih. (Hendi)

0 Komentar