Penguatan Kapasitas dan Tenaga Ahli Lokal
Sementara itu, Pemimpin Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Gumilar dan Rekan, Raden Gumilar, S.T., M.T., menekankan bahwa kunci utama pemanfaatan peluang ILASPP terletak pada penguatan kapasitas kelembagaan perusahaan dalam negeri.
“SDM kita sebenarnya sudah memiliki kompetensi yang baik. Tantangannya adalah bagaimana kapasitas perusahaan, baik dari sisi aset, modal kerja, maupun pengalaman proyek, terus diperkuat sehingga semakin mampu bersaing dalam proyek-proyek berskala besar,” ujar Raden Gumilar.
Gumilar mendorong perusahaan lokal untuk membentuk spesialisasi dan memanfaatkan skema konsorsium, serta berharap adanya pemaketan pekerjaan yang lebih proporsional dari penyelenggara proyek.
Baca Juga:Dipolisikan Usai Kritik Tata Kelola Pemerintahan KBB, BALAD Desak Copot Kepala BKPSDMAliansi Masyarakat Peduli Bandung Barat Desak Pembatalan Pelantikan Pejabat Eselon IIIĀ
“Dengan perusahaan memiliki spesialisasi dan saling berkolaborasi dalam konsorsium, kemampuan industri nasional akan semakin kuat dan kompetitif,” tuturnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya integrasi antara penguasaan teknologi seperti LiDAR, Radar, foto udara, AI, dan cloud computing dengan kesiapan tenaga kerja di lapangan.
Teknologi akan sangat membantu apabila dipadukan dengan SDM yang kompeten dan proses bisnis yang baik. Jadi, keduanya harus berkembang secara bersamaan.
Gumilar mengapresiasi regulasi evaluasi tender yang memberikan bobot nilai tambah hingga 10 persen bagi peserta yang mengoptimalkan penggunaan tenaga ahli Indonesia pada posisi-posisi kunci.
Selama tenaga ahli yang dilibatkan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan, kebijakan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkuat industri geospasial Indonesia.
“Yang paling penting adalah tenaga kerja Indonesia memperoleh kompetensi dan pengalaman baru sehingga kapasitas industri geospasial nasional terus berkembang,” tambag Gumilar. (yan)
