Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, hingga masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak sebelum kelahiran melalui pemenuhan gizi ibu hamil, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, pemantauan pertumbuhan balita, serta perbaikan sanitasi dan pola hidup bersih.
Asep juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas. Orang tua diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat serta memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi dan pengasuhan anak.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memenuhi hak-hak anak agar dapat tumbuh sehat, bahagia, terlindungi, didengar pendapatnya, serta memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan seluruh potensinya.
Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih
“Kita harus terus berkolaborasi menuju Kabupaten Tasikmalaya yang bebas dari kasus stunting baru melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan,” tandasnya (Hendi)
