JABAR EKSPRES — Kota Bogor akan memiliki dua fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan total kapasitas pengolahan mencapai 2.500 ton sampah per hari.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati, mengatakan pembangunan dua fasilitas tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional untuk menangani kondisi kedaruratan sampah.
Pembangunan PSEL itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih
“Tujuannya memang untuk mengatasi kedaruratan sampah. Penyelesaiannya bukan hanya pada skala lokal atau daerah, tetapi merupakan bagian dari upaya penyelesaian persoalan sampah secara nasional,” ujar Setiawati saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, Kota Bogor mendapatkan dua lokasi pembangunan PSEL, yakni PSEL Bogor Raya 1 yang berlokasi di Galuga dan PSEL Bogor Raya 2 di Kayumanis.
Kedua fasilitas tersebut akan menggunakan skema aglomerasi, yakni kerja sama pengelolaan sampah antara Kota Bogor dan wilayah di sekitarnya.
PSEL Bogor Raya 1 di Galuga akan beraglomerasi dengan Kabupaten Bogor dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Dari kapasitas tersebut, Kabupaten Bogor diproyeksikan memasok sekitar 1.000 ton sampah per hari, sedangkan Kota Bogor sebanyak 500 ton per hari.
Sementara itu, PSEL Bogor Raya 2 di Kayumanis akan beraglomerasi dengan Kota Depok. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.
Kota Depok diproyeksikan menyuplai sekitar 700 ton sampah per hari, sementara Kota Bogor akan memasok 300 ton sampah per hari.
Setiawati mengatakan, keberadaan dua fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bogor dan wilayah sekitarnya.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
Meski demikian, pembangunan PSEL sebagai fasilitas pengolahan sampah di sisi hilir bukan berarti upaya pengurangan sampah dari sumber dapat dihentikan.
“Kapasitas pengolahan sampah di PSEL memang besar, tetapi bukan berarti kita kemudian memperbanyak sampah. PSEL juga memiliki batas kapasitas pengolahan,” katanya.
Berdasarkan data yang dilaporkan melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 726 ton per hari.
