Dua PSEL Bakal Dibangun di Kota Bogor, DLH Ingatkan Pengurangan Sampah dari Sumber Tetap Wajib

Ilustras timbunan sampah di TPA Galuga Bogor. Foto: Sekar Andini
Ilustras timbunan sampah di TPA Galuga Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

Karena itu, Setiawati menegaskan bahwa pengelolaan sampah tetap harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

DLH Kota Bogor terus mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui berbagai upaya, mulai dari pembatasan timbulan sampah, pemilahan sejak dari sumber, penguatan bank sampah, hingga pengelolaan sampah berbasis kawasan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Sementara di sisi hilir, keberadaan PSEL diharapkan dapat membantu mengolah sampah yang belum tertangani secara optimal.

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

“Kalau ke depan pertumbuhan penduduk semakin meningkat, jumlah sampah juga akan bertambah. Kalau tidak ada upaya pengurangan dari sumber, kapasitas PSEL ini juga pada akhirnya tidak akan mencukupi,” tuturnya.

“Misalnya, sekarang kapasitas kita 1.000 ton. Beberapa tahun ke depan, kapasitas tersebut bisa saja tidak mencukupi apabila tidak diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumber,” sambungnya.

Sebagai informasi, saat ini seluruh sampah Kota Bogor masih dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga di Kabupaten Bogor.

Secara administratif, TPA Galuga berada di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor karena aset tersebut merupakan milik Pemkot Bogor.

Kondisi TPA Galuga yang masih menggunakan sistem open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor bersama pemerintah daerah terkait dan pemerintah pusat terus mendorong pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah yang didorong untuk menangani sampah pada tahap akhir, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya.

0 Komentar