Dorong Ekonomi Kreatif Daerah, Tenun Siap Tembus Pasar Global 

Dorong Ekonomi Kreatif Daerah, Tenun Siap Tembus Pasar Global 
Para pekerja tengah membuat tenun khas Sumba Barat. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tenun khas Kabupaten Sumba Barat Daya dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.

Namun, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, produk warisan budaya tersebut perlu didukung dengan cerita atau storytelling yang kuat sehingga memiliki nilai tambah di mata konsumen.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki Sumba Barat Daya menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Baca Juga:Lanjutkan Konsistensi 22 Tahun, DBL Hadirkan Musim Baru Bertema Home of The DreamersImpor Susu Masih 80 Persen, Mentan Buka Peluang Besar bagi Investor Peternakan Sapi Perah

Selain tenun ikat, daerah tersebut juga memiliki potensi besar di sektor kerajinan, kuliner tradisional, seni pertunjukan, hingga pariwisata.

Menurut Irene, penguatan identitas produk melalui cerita yang autentik, peningkatan kualitas, serta perluasan akses pasar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenun Sumba Barat Daya.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi produk di pasar nasional maupun internasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para penenun.

Ia menilai setiap motif dan proses pembuatan tenun memiliki nilai budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Karena itu, kisah di balik tenun khas Sumba Barat Daya perlu terus dikembangkan agar memiliki karakter yang berbeda dari produk tenun daerah lain yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat.

“Penguatan nilai tambah melalui storytelling, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing tenun Sumba Barat Daya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para penenun,” kata Irene dikutip dari ANTARA, Rabu (22/7).

Kementerian Ekonomi Kreatif juga terus membuka peluang promosi bagi produk tenun Indonesia melalui berbagai ajang internasional. Salah satunya dengan menghadirkan karya tenun dalam pameran MASA di Singapura sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pasar global.

“Kalau misalnya kita jual di tempat lebih modern, kita bisa memperlihatkan bahwa di tempat-tempat yang modern saja yang tradisi ini masih masuk sebagai sesuatu yang keren, berbeda. Jadi, orang bisa mengapresiasinya lebih tinggi,” jelas Irene.

Baca Juga:Bapanas Ajak Pemda untuk Jaga Harga Pangan Tetap StabilDampak Kemarau di Tasikmalaya Meluas, 26 Kecamatan dan Lebih dari 2.100 Hektare Sawah Alami Kekeringan

Di sisi lain, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, menegaskan daerahnya memiliki sumber daya budaya dan kreativitas masyarakat yang siap dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, perluasan akses pasar, serta kolaborasi yang berkelanjutan.

0 Komentar