JABAR EKSPRES – Penantian panjang masyarakat Tasikmalaya Selatan akhirnya mulai terjawab. Ruas Jalan Papayan–Cikalong yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga kini telah selesai ditangani dan sudah dapat dimanfaatkan sebagai akses utama penghubung sejumlah kecamatan.
Penyelesaian proyek tersebut menjadi salah satu capaian pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi. Ruas Papayan-Cikalong merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kecamatan Jatiwaras dengan Cikalong serta menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di Tasikmalaya bagian selatan.
Bupati Cecep mengaku bersyukur jalan tersebut kini sudah dapat dilalui dengan kondisi yang jauh lebih baik.”Kan ngareunah ari tos ngagelesermah nya? (Kan enak kalau jalannya sudah mulus ya?),” ujar Cecep.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Kawal Rehabilitasi D.I. Cikunten untuk Wujudkan Sistem Irigasi BerkelanjutanWabup Tasikmalaya Tagih Janji Gubernur, Minta Perbaikan Jalan Taraju Segera Direalisasikan
Namun, menurutnya, pembangunan jalan tidak akan bertahan lama tanpa dukungan masyarakat dalam menjaganya. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama merawat infrastruktur yang telah dibangun menggunakan uang rakyat tersebut.
Cecep menilai salah satu penyebab utama kerusakan jalan selama ini adalah buruknya sistem drainase di sisi jalan. Air yang tidak mengalir dengan baik kerap meluap ke badan jalan sehingga mempercepat kerusakan konstruksi.Selain itu, ia juga mengingatkan agar jalan tidak dilintasi kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Load (ODOL), yang selama ini menjadi salah satu faktor utama rusaknya ruas jalan di wilayah selatan.
Untuk mencegah hal itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengambil langkah dengan membangun portal pembatas kendaraan ODOL di kawasan Papayan. Lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pintu keluar masuk kendaraan bermuatan berlebih. Nantinya portal yang kini tengah dibangun tersebut akan dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan sehingga kendaraan yang tidak sesuai ketentuan tidak dapat melintas.
“Kita ingin jalan ini awet. Jangan sampai karena kepentingan segelintir kendaraan ODOL, masyarakat yang harus menanggung akibatnya ketika jalan kembali rusak,” tegas Cecep.
Tak hanya itu, Cecep juga mengingatkan masyarakat untuk taat pajak agar pemerintah daerah dapat terus melakukan akselerasi pembangunan di berbagai bidang.
