Mahasiswi Unisba Asal Cicalengka Dilaporkan Hilang, Keluarga Sebut Kabar Terakhir Korban Mengaku Hendak Pulang

Mahasiswi Unisba
Seorang mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah (24), warga Kampung Tenjolaya RT 001 RW 004, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah sejak Sabtu (11/7). Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah (24), warga Kampung Tenjolaya RT 001 RW 004, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah sejak Sabtu (11/7/2026).

Hingga kini, keberadaan korban belum diketahui dan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Cicalengka.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Maimanati berpamitan keluar rumah sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?

Saat itu ia mengaku hendak menghadiri acara pernikahan sekaligus bertemu temannya di Garut dan berencana menginap.

“Pamit izin main, mau ke Garut, terus mau nginep. Katanya ada acara nikahan sama mau main sama teman, makanya diizinin karena kami juga kenal sama temannya,” ujar kakak korban, Fitri, saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Namun, menurut Fitri, Maimanati diduga tidak pernah sampai ke Garut. Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, data identitas pada tiket kereta yang dipesan tidak sesuai dengan KTP sehingga korban tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kereta tujuan Garut.

“Kayaknya nggak nyampe ke Garut karena data tiketnya salah masukin. Yang masuk malah data mama, bukan data dia, jadi nggak sinkron sama KTP. Kalau nggak sesuai KTP, nggak diberangkatin sama KAI,” katanya.

Fitri menjelaskan, adiknya semula berangkat dari Cicalengka menggunakan kereta lokal menuju Stasiun Kiaracondong.

Rencananya, dari Kiaracondong korban akan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta jurusan Garut.

Meski demikian, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan singkat hingga Senin (13/7/2026). Dalam percakapan terakhir, Maimanati mengaku akan pulang pada sore hari.

Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik

“Hari Senin masih sempat ngabarin. Katanya nanti sore mau pulang. Tapi setelah itu hilang kontak sampai sekarang,” ungkap Fitri.

Ia mengatakan, selama berada di luar rumah, seluruh komunikasi korban dengan keluarga maupun teman-temannya hanya dilakukan melalui pesan singkat. Tidak ada komunikasi melalui panggilan telepon maupun video call.

Teman yang sebelumnya berjanji bertemu dengan korban di Garut juga mengaku tidak pernah bertemu Maimanati lantaran korban diduga gagal berangkat akibat kendala tiket tersebut.

“Yang awalnya janjian juga nggak sempat ketemu karena salah tiket itu. Jadi sampai sekarang teman-temannya juga nggak tahu dia ada di mana,” ujarnya.

0 Komentar