Proyek Cut and Fill PT GAN Property Ancam Permukiman Warga di Padalarang!

Proyek Cut and Fill PT GAN Property Ancam Permukiman Warga di Padalarang!
Pantauan udara memperlihatkan area cut and fill proyek perumahan milik PT Graha Adikreasi Nusantara (GAN) Property dekat dengan permukiman di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah warga di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat memilih menghentikan sendiri aktivitas pembangunan dengan menyegel lokasi proyek perumahan milik PT Graha Adikreasi Nusantara (GAN) Property.

Hal itu dilakukan karena warga khawatir dengan perubahan kontur tanah yang memicu longsor, mengingat sedikitnya lima rumah di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kini berada tepat di bibir area cut and fill proyek perumahan PT GAN Property.

Mereka menilai pengerukan yang dilakukan terlalu dekat dengan permukiman sehingga berpotensi mengancam keselamatan warga apabila tidak disertai sistem pengamanan lereng yang memadai.

Baca Juga:Warga Minta Proyek Galian G-Land Padalarang Dihentikan, Khawatir Tebing LongsorDiadukan ke Polda Jabar, Pengembang Emeralda Resort Minta Jalur Damai

Aksi penyegelan dilakukan warga RT 03 RW 20 sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana, bukan karena telah terjadi longsor. Mereka juga mendesak pengembang PT Graha Adikreasi Nusantara (GAN) Property menghentikan sementara seluruh aktivitas pematangan lahan hingga membuka kajian teknis, menjelaskan metode pengamanan lereng, serta membangun tembok penahan tanah (TPT) sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.

Ketua RT 03 RW 20, Iyus Rosmana, mengatakan warga tidak ingin menunggu bencana terjadi baru dilakukan penanganan. Sebab, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses pembangunan.

“Yang kami minta bukan menghentikan pembangunan selamanya, tetapi kepastian bahwa rumah-rumah warga tetap aman. Pengembang harus menjelaskan seperti apa pengamanan lereng yang akan dilakukan sebelum pekerjaan dilanjutkan,” ujar Iyus saat ditemui, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, sedikitnya lima rumah berada tepat di sisi area pengerukan. Kondisi tersebut membuat warga khawatir perubahan kontur tanah akan memengaruhi kestabilan lereng, terutama saat musim hujan.

Selain meminta pekerjaan dihentikan sementara, warga juga mendesak pengembang membangun tembok penahan tanah sebagai langkah awal mitigasi.

Menurut mereka, pekerjaan konstruksi baru dapat dilanjutkan setelah ada kesepakatan bersama dan jaminan keamanan terhadap permukiman.

“Kami ingin pengamanan dilakukan lebih dulu, termasuk pembangunan TPT. Setelah semuanya jelas dan ada kesepakatan dengan warga, baru aktivitas proyek bisa dilanjutkan,” katanya.

Baca Juga:Pengembang Emeralda Resort Buka Suara, Akui Proyek Terkendala Cash FlowKonsumen Polisikan CEO Emeralda Resort Yana Priatna ke Polda Jabar

Warga juga meminta pengembang membuka kajian geoteknik serta menjelaskan desain konstruksi penahan lereng yang akan diterapkan.

0 Komentar