Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Hebat Hanguskan 11 Rumah dan Sekolah di Sodonghilir

Tim gabungan berjibaku padamkan kebakaran hebat di Sodonghilir
Tim gabungan berjibaku padamkan kebakaran hebat di Sodonghilir
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran hebat yang diduga dipicu korsleting listrik menghanguskan 11 rumah warga dan merusak satu bangunan MTs Al-Hidayah Satron di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Api pertama kali muncul dari rumah milik RT Yana sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain. Tiupan angin kencang serta rapatnya permukiman membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Akibat kejadian itu, enam rumah ludes terbakar hingga rata dengan tanah, dua rumah mengalami kerusakan sedang, dan tiga rumah rusak ringan. Selain itu, bangunan MTs Al-Hidayah Satron juga mengalami kerusakan sedang sehingga aktivitas pendidikan berpotensi terganggu.

Baca Juga:Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, atau Flip8? Ini Panduan Memilih HP Lipat Samsung yang Paling Sesuai dengan GayaSafari Kapolres Tasikmalaya ke Pesantren Terus Berlanjut, Kini Sambangi Ponpes Legendaris Haurkuning

Ketua Forum Koordinasi (FK) TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan proses penanganan menghadapi kendala serius karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Tim gabungan harus berjibaku selama kurang lebih lima jam untuk memadamkan api. Kendala terbesar adalah akses air yang cukup jauh sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Jembar, Kamis (6/8/2026) dini hari.

Menurutnya, personel FK TAGANA bersama petugas Pemadam Kebakaran, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke permukiman lainnya.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti kerentanan permukiman padat penduduk terhadap ancaman kebakaran. Selain dugaan korsleting listrik, keterbatasan infrastruktur penunjang penanggulangan kebakaran, khususnya akses terhadap sumber air, menjadi faktor yang memperberat upaya penyelamatan aset warga.

Hingga Rabu petang, petugas masih melakukan pendinginan dan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Musibah ini juga menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapsiagaan penanganan kebakaran di wilayah pedesaan, termasuk ketersediaan sumber air, akses kendaraan pemadam, serta upaya mitigasi terhadap instalasi listrik di kawasan permukiman yang padat. (Hendi)

0 Komentar