Usai MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance 

Usai MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance 
Usai MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance 
0 Komentar

Ia menjelaskan, seluruh proses diawali dengan memastikan setiap pemain berada dalam kondisi sehat. Tahap pertama dilakukan melalui pemeriksaan medis bersama tim dokter di Mayapada Hospital. Dokter yang terlibat multidisiplin. Pemeriksaan bahkan sampai pada pengecekan fungsional gerak oleh dokter sports medicine.

Baru setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pemain menjalani serangkaian pengukuran menggunakan perangkat VALD Performance, yang dihandle oleh tim coach utama Persebaya Academy.

Melalui perangkat tersebut, hasil pemeriksaan klinis diterjemahkan menjadi data kuantitatif berupa angka-angka yang dapat diukur dan dibandingkan dari waktu ke waktu.

Baca Juga:Raih Medali Emas O2SN Jabar, Siswa SDN 5 Manonjaya Melaju ke NasionalCNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Benarkah? 

“Angka-angka ini menjadi data dasar bagi pelatih fisik maupun pelatih teknik untuk menyusun program pemain selama satu musim. Bagi tim medis, data ini juga menjadi profil setiap pemain untuk melihat aspek pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa,” jelas pria yang akrab disapa dr Tommy itu.

Menariknya, penggunaan teknologi VALD Performance kini juga mulai menjadi perhatian di level nasional. Dalam Medical Workshop yang digelar PSSI baru-baru ini, kata dr Tommy, perangkat tersebut turut diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan sports science di sepak bola Indonesia dan telah digunakan di lingkungan tim nasional.

Namun bagi Persebaya, implementasi teknologi tersebut bukan lagi sebatas pengenalan. Klub sudah lebih dahulu mengintegrasikannya ke dalam sistem monitoring kondisi fisik pemain sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Berikut nama perangkat dan jenis tes yang dilakukan dengan teknologi Vald Performance:

1.⁠ ⁠Forcedecks (Dual Force Plate System)

CMJ (Countermovement Jump): mengukur daya ledak (explosive power) otot tungkai dan tingkat kelelahan sistem saraf pusat (neuromuskular). Jika tinggi lompatan atau daya yang dihasilkan menurun dari baseline, artinya pemain sedang mengalami kelelahan kronis (fatigue) dan butuh istirahat agar tidak cedera.

Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa memanfaatkan efek pegas tubuh (tanpa countermovement). Berguna untuk melihat kemampuan akselerasi awal pemain saat mulai berlari cepat.

Single Leg Jump: mendeteksi asimetri (ketidakseimbangan) kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Dalam sepak bola, ketidakseimbangan di atas 10-15% adalah alarm bahaya yang meningkatkan risiko cedera lutut (seperti ACL).

0 Komentar