Menurutnya, pengalaman tersebut membuat mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga terdorong menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami diajak untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang membuat kuliah di Bioteknologi terasa seru sekaligus menantang,” ungkap mahasiswa angkatan 2023 tersebut.
Ia menambahkan, bekal kompetensi yang diperoleh selama kuliah membuat lulusan Bioteknologi memiliki prospek karier yang luas. Mahasiswa mempelajari berbagai disiplin ilmu, mulai dari mikrobiologi, genetika, biologi molekuler, kultur jaringan, teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.
Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi
Dengan kompetensi tersebut, lulusan memiliki peluang berkarier di industri farmasi, industri pangan, sektor kesehatan, perusahaan berbasis bioteknologi, laboratorium, lembaga penelitian, maupun instansi yang bergerak di bidang lingkungan.
Nadzira juga mengajak calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang sains untuk tidak ragu memilih Bioteknologi sebagai jenjang pendidikan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga ahli di bidang bioteknologi akan terus meningkat seiring berkembangnya inovasi di sektor kesehatan, pangan, pertanian, dan lingkungan.
“Kalau kamu suka sains dan ingin ilmunya benar-benar bisa diterapkan untuk membantu banyak orang, Bioteknologi adalah pilihan yang tepat. Apalagi Prodi Bioteknologi UM Bandung sudah terakreditasi Unggul, jadi kualitas pembelajaran, fasilitas, dan pengembangan mahasiswanya sudah terbukti. Jangan takut memilih Bioteknologi, karena peluang kariernya luas dan masa depannya sangat menjanjikan,” pungkasnya.
