JABAR EKSPRES – Musim kemarau mulai memunculkan kecemasan baru bagi warga korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Di tengah belum adanya kepastian relokasi, masyarakat kini dihantui potensi krisis air bersih jika musim kering berlangsung lebih panjang.
Belum lagi trauma akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu belum sepenuhnya hilang. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di kawasan yang masuk zona rawan karena proses penyediaan lahan relokasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum juga rampung.
Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi
Meski demikian, untuk saat ini kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi melalui lima sumur bor bantuan pemerintah dan mata air yang berasal dari kawasan Gunung Burangrang. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat masih berjalan normal, meski kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan terus meningkat.
Taya (65), warga RT 05 RW 11 Babakan Pasirkuning, mengatakan warga belum mengalami kesulitan mendapatkan air. Namun, ia mengaku khawatir jika musim kemarau berlangsung lebih lama sehingga debit air dari sumur bor maupun mata air mulai berkurang.
“Alhamdulillah sekarang air masih ada. Tapi kalau kemaraunya panjang, kami khawatir pasokan air mulai berkurang. Mudah-mudahan pemerintah bisa cepat membantu kalau sampai kondisi itu terjadi,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Menurut Taya, ketersediaan air sangat penting karena mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
“Apabila terjadi kekeringan, dampaknya tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga terhadap penghasilan masyarakat,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Itah (60), warga yang masih tinggal di bagian atas kawasan terdampak longsor. Ia berharap pemerintah sigap mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis air bersih.
“Semoga air tetap mencukupi. Tapi kalau nanti mulai sulit, kami berharap pemerintah segera turun membantu karena kami masih tinggal di daerah yang terdampak longsor,” katanya.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Ketua RW 11 Kampung Pasirkuning, Ayi Supriatna, mengatakan pasokan air bersih hingga kini masih ditopang lima sumur bor bantuan pemerintah dan aliran mata air pegunungan. Dua sumur bor berada di RT 04, sedangkan tiga lainnya berada di RT 05.
