Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda
Ilustrasi peta Jawa Barat. (ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mengemuka dan memantik beragam tanggapan dari masyarakat. Wacana perubahan nama tersebut memunculkan pro dan kontra, baik di kalangan publik maupun sejumlah pemangku kepentingan, mengenai urgensi dan tujuan dari perubahan nama daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Aliran Kebatinan Perjalanan Kabupaten Bandung Barat, Wahyu (53) menilai perubahan nama bukan persoalan yang perlu dipermasalahkan selama memiliki tujuan yang jelas bagi masyarakat. Menurut dia, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami makna di balik istilah Sunda, sementara sebagian lainnya sudah memiliki pemahaman mengenai nilai-nilai kesundaan.

“Mungkin ada yang belum mengerti, ada juga yang sudah mengerti. Kalau dari saya sebagai orang Sunda yang memahami kesundaan, mungkin yang tujuannya seperti mau bagaimana ke depannya. Jadi, hal itu juga perlu dipahami terlebih dahulu,” ujar Wahyu saat diwawancarai Jabar Ekspres di Gang Pasewakan Wangun Sari Jati Mandiri, Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/26).

Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi

Wahyu menilai pergantian nama merupakan hal yang sah dilakukan sepanjang memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipahami oleh seluruh masyarakat. Menurut dia, yang terpenting bukan sekadar perubahan nama, melainkan makna yang terkandung di baliknya sehingga dapat diterima semua kalangan.

“Kalau mengganti nama itu sah-sah saja. Yang penting ke depannya bisa dimengerti oleh semuanya,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, jika nantinya nama tersebut diubah menjadi Provinsi Sunda, langkah itu diharapkan dapat mempertegas identitas masyarakat Sunda sekaligus memudahkan masyarakat dari luar daerah untuk mengenali akar budaya dan jati diri kesundaan.

“Yang penting semua nyaman. Mungkin kalau disebut atau diganti menjadi Provinsi Sunda, supaya orang Sunda maupun orang luar juga tahu jati diri Sunda itu di mana,” ujarnya.

Menanggapi munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat, Wahyu menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Menurut dia, sebagian masyarakat, khususnya warga Sunda, menyambut positif karena merasa identitas dan sebutan Sunda kembali mendapat perhatian yang lebih luas.

“Kalau yang pro mungkin dari orang Sunda sendiri merasa bangga. Bangganya karena Sunda kembali dikenal banyak orang. Seperti kalau orang mau ke Bandung, sekarang bisa kembali mengenal sebutan Sunda,” ujarnya.

0 Komentar