Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda
Ilustrasi peta Jawa Barat. (ist)
0 Komentar

“Ya udah hilang. Seperti ada spiritual-spiritualnya orang Sunda, itu udah hampir punah. Apalagi kita membicarakan kesundaan itu supaya tahu jati dirinya, dari bahasanya juga, perilakunya juga. Jangankan sekarang nyebut Sunda, tapi bahasanya juga enggak kenal,” tegas Wahyu.

Ia berharap upaya menghidupkan kembali semangat adat istiadat Sunda dapat menjadi langkah untuk memperkuat identitas budaya masyarakat. Menurutnya, pengenalan bahasa, adat istiadat, hingga tata cara kehidupan masyarakat Sunda perlu terus ditumbuhkan agar jati diri kesundaan tidak semakin luntur.

“Makanya ini ada tujuannya, mungkin ke depannya mau diganti sama Sunda itu supaya tahu jati dirinya. Dari kesatu, mungkin dari bahasanya supaya timbul lagi. Terus ayeuna mungkin tahu adat jeung caranya, supaya kita tahu lagi ke jati dirinya Sunda yang sebenarnya,” papar dia.

Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi

Wahyu menilai nilai-nilai budaya Sunda perlahan mulai memudar, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, saat ini hanya sebagian kecil paguyuban maupun para sesepuh yang masih konsisten menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut, sementara banyak anak muda dinilai mulai kehilangan arah terhadap jati diri budayanya.

“Ya itu tujuannya yang penting buat saya ya bisa nyaman, dan bisa tentrem tina segi-segi apapun itu kalau diganti supaya kembali lagi ke jati dirinya itu,” harap Wahyu menutup. (Mong)

0 Komentar