Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Aliran Kebatinan Perjalanan KBB Tanggapi Soal Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda
Ilustrasi peta Jawa Barat. (ist)
0 Komentar

Sementara itu, bagi pihak yang belum sependapat, Wahyu menilai kemungkinan masih ada yang belum memahami arah maupun tujuan dari gagasan tersebut.

Karena itu, ia memandang perlu adanya penyampaian informasi yang lebih utuh agar masyarakat dapat memahami maksud dan manfaat yang ingin dicapai ke depan.

Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara menyeluruh sebelum diambil keputusan. Berbagai aspek harus dipertimbangkan secara matang agar kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi

“Kalau bahasa Sundanya mah harus di beuweung diutahkeun meuren, harus dipikirkan dulu. Belum tahu ke depannya mau apa, seperti apa, mungkin itu,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak terburu-buru menyikapi perbedaan pandangan yang muncul. Menurutnya, baik pihak yang pro maupun yang kontra sebaiknya memahami terlebih dahulu maksud dan tujuan dari rencana tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

“Yang penting dari saya mah itu, antara yang pro dan kontra, yang kontranya mungkin nanti juga bisa tahu maksud dan tujuannya. Kan ini maksud dan tujuannya ini belum tahu semuanya juga ya,” tutur Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menilai identitas masyarakat Sunda saat ini mulai memudar. Menurutnya, masyarakat kini hanya mengenal istilah Sunda, namun belum sepenuhnya memahami jati diri dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia mengatakan, pelestarian budaya Sunda perlu terus diperkuat agar identitas tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Mulai dari adat istiadat, busana tradisional, hingga karakter dan ciri khas masyarakat Sunda dinilai perlu kembali dikenalkan kepada generasi saat ini.

“Supaya keangkat lagi itu jati dirinya orang Sunda teh di mana gitu jati dirinya. Seperti gini ya, ada adat-adatnya, ada pakaiannya, terus ada juga cara cirinya orang Sunda itu seperti apa. Itu kan udah hilang,” tuturnya.

Menurut dia, nilai-nilai budaya Sunda saat ini mulai memudar, baik dari sisi bahasa, perilaku, maupun pemahaman masyarakat terhadap identitas kesundaannya. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar generasi muda kembali mengenal jati diri budaya Sunda yang sesungguhnya.

0 Komentar