JABAR EKSPRES – Program Nasional terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, progresnya sudah calai 87 persen.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Menurutnya, dari progres pembangunan yang telah mencapai 87 persen ini, maka operasional Sekolah Rakyat ditargetkan siap digelar pada September 2026 mendatang.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Dony memastikan, seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para peserta didik.
“Secara umum progres pembangunannya sudah mencapai 87 persen. Insyaallah pada bulan September semuanya sudah siap sehingga peserta didik bisa mulai belajar di sini dengan fasilitas yang sangat baik,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Dony menjelaskan, untuk sementara waktu para peserta didik Sekolah Rakyat masih mengikuti kegiatan belajar di Balai Latihan Kerja (BLK).
Nantinya setelah pembangunan rampung, seluruh peserta didik akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat yang baru bersama siswa angkatan baru, sehingga total jumlah peserta didik diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.
Bupati menilai, Sekolah Rakyat hadir dengan fasilitas yang lengkap dan representatif, meliputi ruang kelas, asrama, ruang belajar, kantin, tempat ibadah, aula berkapasitas besar, hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan basket dan fasilitas penunjang lainnya.
“Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini memiliki kesempatan menikmati pendidikan dengan fasilitas yang luar biasa,” jelas Dony.
“Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa,” lanjutnya.
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Sebut Program Pemagangan Nasional Solusi Tekan Pengangguran Lulusan BaruPemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Sebelum Masuk Industri Besar
Dony optimis, keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjadi salah satu upaya efektif memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Boleh jadi orang tuanya belum beruntung, tetapi anak-anaknya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih sejahtera melalui pendidikan berkualitas,” bebernya.
“Program ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan terbaik dengan fasilitas yang setara,” pungkas Dony. (Bas)
