JABAR EKSPRES — Setiap tahun, ratusan ribu keluarga di Indonesia harus kehilangan sosok tulang punggung mereka, baik akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia karena sakit.
Selain duka mendalam, peristiwa ini kerap menyisakan beban berat terkait keberlanjutan hidup dan masa depan keluarga yang ditinggalkan.
Menjawab tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya memberikan perlindungan finansial dalam bentuk santunan, melainkan juga pendampingan berkelanjutan.
Baca Juga:Lebih dari Sekadar Apparel: Proton FC dan Imane Siapkan Jalur Talenta Futsal Indonesia Go InternationalLaba Pegadaian Meroket 84,4 Persen, Dipuji Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR
Komitmen ini diwujudkan melalui Soft Launching Nasional Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang dipusatkan di Kota Bandung, Selasa (18/8).
Mengusung semangat Value Beyond Protection, program yang digelar sejalan dengan momentum Hari Kemerdekaan ini menjadi bukti nyata bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tak berhenti saat klaim dicairkan.
Harapannya, manfaat tunai tersebut dapat menjadi batu pijakan bagi keluarga pekerja untuk kembali bangkit, produktif, dan mandiri secara ekonomi.
Inisiatif ini sekaligus mendukung Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Kegiatan peluncuran diresmikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, didampingi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, serta Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain yang mewakili Wali Kota Bandung, dan diikuti secara serentak di 45 titik di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terobosan ini.
Ia menilai langkah BPJS Ketenagakerjaan mengawal pemanfaatan santunan merupakan kunci penting penciptaan kemandirian masyarakat.
“Idenya luar biasa, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang itu bisa bermanfaat secara berlanjut dan terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.
Baca Juga:Perkuat Inklusi Keuangan Mahasiswa, Pegadaian Jabar Gelar Program FLOW di Kampus ITB JatinangorAtasi Krisis Air Akibat Kemarau, Pegadaian Jabar Revitalisasi Sanitasi Warga Pangalengan
Ia menambahkan, Kemnaker siap berkolaborasi untuk memberikan pendampingan agar para ahli waris dan penerima manfaat mampu mengembangankan usaha secara berkelanjutan hingga melahirkan tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa PEKA dirancang untuk mendorong perubahan pola pikir (shifting) penerima manfaat dari perilaku konsumtif menjadi produktif.
“Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif,” ungapnya.
