Sensus Ekonomi Baca Denyut Nadi Perajin Sepatu Cibaduyut Bertahan di Tengah Gempuran Impor

Rismawati (kiri) Petugas Sensus Ekonomi yang sempat tertegun mendengar cerita Abdul Fattah perajin sepatu Ciba
Rismawati (kiri) Petugas Sensus Ekonomi yang sempat tertegun mendengar cerita Abdul Fattah perajin sepatu Cibaduyut, Jumat (3/7). (Hendrik/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Pria yang mengenakan jersey Persib Bandung itu malah curhat terkait sepatu impor yang kian membanjiri pasar dalam negeri. “Sekarang banyak sepatu sendal spons gini. Harganya murah, masyarakat lebih suka,” ucapnya sembari mencopot sendal yang terpasang di kaki.

Sementara itu, Rismawati malah tertegun mendengar curhat dari Abdul Fatah. Ia sedikit lupa mencatat ke smartphonenya karena terbawa suasana.

Namun sembari mengerutkan kening, Abdul Fatah tetap mengutarakan optimistisnya. Ia tak mau menyerah begitu saja mempertahankan usaha alas kaki itu. “Ini warisan keluarga, jadi dengan berbagai upaya kami harus bertahan. Kalau kurang modal ya pinjam bank,” cetusnya.

Baca Juga:Resmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang KesulitanJNE Bandung Perkuat Sinergi dengan UMKM, Ruang Kolaborasi Jadi Wadah Seller Tingkatkan Daya Saing Bisnis Digit

Di lain gang, Samsul yang juga perajin sepatu turut menegaskan tantangan usaha industri alas kaki. Saat ini penghasilan perajin sepatu Cibaduyut tak semoncer dulu.

Banyak tantangan yang dihadapi. Mulai dari lemahnya pemasaran, hingga persaingan dengan produk impor yang kian menggempur pasar dalam negeri. “Sisa mengandalkan pola kerja sama maklun dengan industri besar. Sempat buat produk sendiri, tapi kuran pandai memasarkan,” terangnya.

Gempuran Impor Alas Kaki

Kekhawatiran Abdul Fatah bukan fiksi. Di balik sendal spons murah yang ia tunjukkan, ada rekam jejak angka yang mengerikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor alas kaki menunjukkan tren kenaikan beberapa tahun terakhir. Tercatat pada 2019 impor alas kaki Indonesia ada di angka US$ 873 Juta.

Kemudian di 2020 tercatat di US$ 617 Juta. Angkanya kemudian meroket pada 2022 yang tembus US$ 1.029 Juta. Termasuk di 2024 yang tembus US$ 1.089 Juta. Sementara per Mei 2026 suda tembus US$ 573 Juta.

Sedangkan di Jawa Barat, impor alas kaki pada Januari 2026 terpotret di angka US$ 21,4 Juta. Kemudian di Februari ada di US$ 20,2 Juta, Maret US$ 12,9 Juta dan April US$ 19,8 Juta.

Perjalanan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut memang sudah cukup melegenda. Di masa kejayaan, produk sepatu asal Cibaduyut tak hanya dikenal warga Bandung tapi juga mewarnai Pasar Nasional bahkan Pasar Global.

Baca Juga:Dalami Karakter Penuh Emosi, Zoe Jackson hingga Rizky Nazar Ungkap Tantangan Bintangi Sinetron Sebening CintaPGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas melalui Sinergi dengan Ditjen Migas

Cibaduyut sendiri merupakan kawasan di Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Kini kawasan itu terbagi dalam tiga kelurahan. Yaitu Kelurahan Cibaduyut Wetan, Cibaduyut dan Cibaduyut Kidul.

0 Komentar