Ibunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga Mendunia

Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
0 Komentar

“Kalau sekarang dia bisa bertahan di Eropa, buat saya itu karena DBL dan basket. Di sanalah mentalnya benar-benar ditempa,” katanya.

Menurut Mami Megha, basket telah mengajarkan Viknes untuk menghargai proses, menerima kegagalan, serta terus bangkit ketika menghadapi tekanan.

Karakter itulah yang kemudian membantunya beradaptasi di dunia mode internasional, sebuah lingkungan yang menuntut disiplin tinggi, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

“Buat saya, basket bukan sekadar olahraga. Basket adalah sekolah karakter,” ujarnya.

Mami Megha mengaku tidak pernah menyesali kegagalan putranya menembus DBL Indonesia All-Star.

Sebab, di balik kegagalan tersebut, ia melihat Tuhan sedang menyiapkan jalan lain yang jauh lebih besar.

“Saya selalu bilang ke Viknes, kalau Allah memberi satu kesulitan, pasti ada dua kemudahan. Jangan lihat ujiannya, tapi lihat hadiah yang sedang Allah siapkan,” tuturnya.

Beberapa tahun kemudian, kalimat itu kembali diuji.

Setelah lulus SMA, Viknes memutuskan mengejar mimpi baru. Ia menolak beberapa tawaran beasiswa basket dan memilih belajar bahasa Prancis selama hampir satu tahun demi melanjutkan kuliah di Rennes, Perancis. Mengikuti kakak pertamanya (Chintia Jaya Malini) yang bersuamikan seorang dosen di Rennes.

Semua persiapan sudah dilakukan, mulai dari proses administrasi hingga pengurusan visa. Namun, ketika keberangkatan tinggal menghitung hari, pandemi COVID-19 melanda dunia. Prancis menerapkan lockdown dan seluruh rencana yang telah disusun matang kembali berantakan.

Untuk kedua kalinya, Viknes harus menerima kenyataan bahwa mimpinya kandas.

Di tengah masa penantian itulah, jalan hidupnya berubah. Saat lebih banyak berada di Jakarta menemani sang kakak kedua, Shania Sree Maharani, yang berprofesi sebagai model, Viknes dilirik sebuah agensi. Pemilik agensi bernama Persona Management, Andhika Dharma Permana punya mata elang. Ia melihat ada potensi luar biasa pada diri Viknes.

Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?

Ceritanya, Andhika Dharma Permana melihat Viknes punya potensi luar biasa. “Beliau yang menawari Viknes lewat kakaknya. Saat kakaknya menawari Viknes, ia langsung menolak,” kenang sang ibu.

“Aku ini pemain basket. Tidak mungkin jadi model,” begitu kira-kira ego Viknes. Baginya, berjalan di catwalk terasa sangat jauh dari identitas yang selama ini ia bangun.

0 Komentar