Usai Dipagari, Trotoar di Sekitar Rel KH Sholeh Iskandar Bogor Bakal Jadi Taman Guna Cegah PKL 

Usai Dipagari, Trotoar di Sekitar Rel KH Sholeh Iskandar Bogor Bakal Jadi Taman Guna Cegah PKL 
Usai Dipagari, Trotoar di Sekitar Rel KH Sholeh Iskandar Bogor Bakal Jadi Taman Guna Cegah PKL 
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Area trotoar di sekitar rel kereta api Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, akan ditata menjadi taman setelah pemasangan pagar pembatas di kawasan tersebut rampung pada Rabu (29/7/2026).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penataan itu dilakukan agar kawasan trotoar di sekitar rel tidak dimanfaatkan sebagai lapak pedagang kaki lima (PKL) maupun tempat berkumpul yang berpotensi menimbulkan kekumuhan dan kerawanan.

“Saya sudah menugaskan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) untuk membangun taman. Di sini (area trotoar) begitu pemagaran selesai, untuk dijadikan taman,” ujar Dedie di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Rabu sore (29/7/2026).

Baca Juga:PGN Edukasi UMKM Bojonegoro Gunakan Gas Bumi Aman, Dorong Efisiensi dan Daya Saing UsahaThe Late Shift Hadir di de Braga by ARTOTEL, Sajikan Menu Comfort Food untuk Temani Malam di Braga

“Jangan semuanya dikuasai oleh PKL, jadi kumuh ya, kemudian menimbulkan kerawanan. Kami juga ingin Babinsa dan Bhabinkamtibmas lebih ringan tugasnya dengan menurunkan potensi kerawanan, terjadinya kumpulan manusia, dan memastikan keselamatan masyarakat yang melintas,” imbuhnya.

Diketahui, pagar pembatas di kedua sisi rel kereta api di Jalan KH Sholeh Iskandar mulai dilakukan pemasangan sejak Sabtu (27/6/2026) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

Pagar pembatas sepanjang 50 meter di sisi timur dan 102 meter di sisi barat dipasang sebagai upaya meningkatkan keselamatan masyarakat, mengingat lokasi tersebut telah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat masih adanya pengendara maupun pejalan kaki yang nekat menerobos lintasan rel hingga menimbulkan korban.

“Agar keselamatan masyarakat lebih terjamin, kami berkoordinasi dengan PT KAI, Kementerian Perhubungan, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk menutup lintasan yang selama ini sangat terbuka. Orang-orang masih bisa menerobos, bisa melompat,” ucapnya.

Sebagai informasi, kawasan rel di sekitar Jalan KH Sholeh Iskandar beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki maupun pengendara tertemper kereta hingga meninggal dunia.

Kasus terbaru terjadi pada Jumat (26/6/2026) lalu, ketika seorang pria berinisial YS (32) meninggal dunia setelah tertemper kereta saat berada di jalur rel.

“Dengan adanya pembatasan melalui pemagaran ini, mudah-mudahan masyarakat bisa lebih terlindungi dari potensi terjadinya kecelakaan (kereta),” katanya.

0 Komentar