Ibunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga Mendunia

Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
0 Komentar

Mami Megha pun tidak memaksa. Pun demikian dengan kakaknya. Ia hanya sempat bilang, “daripada menganggur, coba saja.”

Viknes awalnya tak mau. Andhika berupaya membujuk. Salah satu rayuannya adalah meminta Viknes sekadar foto. Jadi foto model. Tak perlu jadi peragawan.

Sesi foto pertama menghasilkan honor jutaan rupiah. “Bagi anak yang saat itu baru lulus SMA, uang sebesar ya bikin dia senang sekali,” kata Mami Megha.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

Dari sana, Viknes mulai tertarik dengan dunia model. Ia lantas ikut Jakarta Fashion Week (JFW). Menang. Lalu datanglah kontrak dari agensi global.

Anak yang sempat gagal berangkat ke Amerika Serikat bersama DBL Indonesia All-Star, lalu gagal melanjutkan kuliah ke Prancis akibat pandemi, kini justru telah berkeliling dunia sebagai model profesional. Ia melenggang di berbagai panggung internasional, termasuk Milan Fashion Week, serta menjalani karier di Eropa.

Bagi Mami Megha, perjalanan putranya menjadi bukti bahwa setiap kegagalan yang pernah dialami bukanlah akhir dari segalanya.

“Sekarang saya baru paham. Dulu mungkin Viknes gagal ke Amerika lewat basket, lalu gagal ke Prancis karena pandemi. Tapi ternyata Allah menyiapkan jalan lain yang membuat dia bisa melihat dunia dengan cara yang sama sekali tidak kami bayangkan,” ungkapnya.

Mami Megha mengaku sempat mendengar berbagai pandangan negatif ketika Viknes memutuskan menekuni dunia model. Tak sedikit yang mempertanyakan pilihannya, bahkan mengaitkan profesi model laki-laki dengan berbagai stigma.

Namun, sebagai ibu, ia tidak pernah larut dalam kekhawatiran itu. Mami Megha percaya karakter yang dibangun selama bertahun-tahun sebagai student-athlete basket telah menjadi fondasi yang kuat bagi putranya.

“Saya tahu bagaimana dia dibesarkan. Sejak kecil hidupnya di basket. Coach-coach di basket itu membentuk mental mereka luar biasa. Dia diajarkan disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan tidak pernah mengeluh. Jadi saya tidak pernah khawatir,” pungkasnya. (*)

0 Komentar