Ibunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga Mendunia

Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia
0 Komentar

JABAR EKSPERS – Nama Viknes Waren belakangan ramai diperbincangkan setelah tampil sebagai model di panggung fashion dunia. Di balik kesuksesan itu ternyata ada cerita menarik tentang bangkit dari kegagalan. Bukan gagal sekali, bahkan dua kali.

Ya, sebelum dikenal di dunia mode internasional, alumnus SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta tersebut pernah mengejar mimpi sebagai pebasket dan nyaris menjadi bagian tim basket elite pelajar Honda DBL Indonesia All-Star, sebelum cedera menggagalkan langkahnya

Kesempatan Viknes Waren untuk berangkat ke Amerika Serikat bersama skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 harus pupus akibat cedera engkel. Padahal, kala itu alumnus SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta tersebut tampil impresif sejak Honda DBL DI Yogyakarta 2018 hingga berhasil kembali mendapatkan kesempatan melalui jalur wild card di DBL Camp.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

Bagi banyak orang, kegagalan itu mungkin menjadi akhir dari sebuah mimpi. Namun tidak bagi sang ibu, Nour Malasari, yang akrab disapa Mami Megha.

Menurut Mami Megha, kegagalan putranya menembus skuad DBL Indonesia All-Star justru menjadi salah satu titik penting yang membentuk perjalanan hidup Viknes hingga akhirnya dikenal sebagai model internasional yang berkarier di Eropa.

“Memang Viknes gagal berangkat ke Amerika lewat DBL karena cedera. Tapi buat saya, yang paling berharga justru bukan itu. Yang dia bawa sampai sekarang adalah nilai-nilai yang dia pelajari selama di basket dan DBL,” ujar Mami Megha.

Viknes memang tidak berhasil mewujudkan mimpinya melalui jalur basket. Namun, menurut Mami Megha, kehidupan sebagai student-athlete telah membentuk karakter yang kemudian menjadi modal utama ketika Viknes memasuki industri mode internasional yang sangat kompetitif.

Ia mengaku masih mengingat perkataan salah satu agensi model yang pertama kali menaungi Viknes.

“Mereka bilang ke saya, Viknes itu bukan cuma ganteng. Dia fighter. Dia disiplin. Dia sopan. Dan tidak pernah mengeluh,” kenangnya.

Bagi Mami Megha, empat karakter itu bukan muncul begitu saja.

Ia melihat sendiri bagaimana latihan yang keras, disiplin dari para pelatih, hingga proses panjang mengikuti kompetisi basket pelajar, termasuk DBL, membentuk mental putra bungsunya.

0 Komentar