Dirudapaksa dan Dicekoki Miras, Siswi SMP Bandung Alami Trauma Berat

korban kekerasan
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya, saat menjenguk korban kekerasan dan pencabulan yang menimpa seorang pelajar SMP di Kota Bandung.
0 Komentar

Pasalnya, Edwin memandang tindakan para pelaku sudah tidak manusiawi dan keji, apalagi korbannya adalah gadis di bawah umur. “Intinya saya berharap para pelaku ini bisa mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka agar ada efek jera,” tegasnya.

Terpisah, kuasa hukum korban dari LBH Golkar Kota Bandung, Putri Ilmia Dzikri Anindhita menerangkan, kasus bermula saat teman yang dia kenal melalui aplikasi percakapan WhatsApp mengajaknya bermain usai Maghrib pada Minggu malam lalu. Korban sendiri baru mengenal pelaku satu hari.

“Sudah izin pergi dari habis Maghrib, lalu dia enggak ada kabar hingga malam. Baru jam 9 pagi besoknya si anak itu bisa dihubungi. Korban ditinggal di pinggir jalan sendirian, tak ada siapa-siapa, termasuk si laki-laki tersebut. Akhirnya dia minta jemput dan dijemput oleh keluarganya,” jelasnya.

Baca Juga:Mastax Academy Bantu Wajib Pajak Kuasai Perpajakan PraktisSuhu Politik Bandung Memanas, Joker Minta Pemimpin Sauyunan

Korban pun akhirnya menceritakan tindakan tak senonoh para pelaku terhadap dirinya kepada keluarga. Korban bercerita sebelum dirudapaksa, dirinya dicekoki minuman keras dan obat-obatan terlarang oleh para pelaku. Tidak sekedar dicabuli, korban pun mengalami kekerasan dari para pelaku yang sebagian besar masih di bawah umur itu.

Peristiwa ini membuat korban mengalami trauma yang sangat mendalam. “Tentunya kami juga ingin memberikan keadilan bagi korban ini. Sekarang juga kondisi korban trauma, sampai dia ingin pindah sekolah,” ungkapnya.

Putri menyebut polisi telah menangkap tiga pelaku, dua di antaranya telah dewasa. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pengembangan kasus dan memburu pelaku lainnya. “Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa bertindak cepat dan profesional tentunya,” tutupnya. (bbs)

0 Komentar