Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Reri Marliah mengatakan, pemerintah terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan jiwa. Menurutnya, perhatian terhadap kasus ODGJ tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasien, tetapi juga bagaimana keluarga dan masyarakat memberikan dukungan selama proses pemulihan.
Ia menyebut, penanganan ODGJ berat membutuhkan pendekatan secara menyeluruh, mulai dari pengobatan, pendampingan keluarga, hingga penerimaan sosial di lingkungan tempat tinggal pasien.
“Termasuk pengusulan obat program kesehatan jiwa pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, melakukan pendampingan Puskesmas dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan psikiater di Puskesmas, dan rapat koordinasi TPKJM Kota Cimahi,” ujarnya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres.
Baca Juga:Kasus ODGJ Berat di Cimahi Jadi Sorotan, Dinkes Soroti Stigma Masyarakat dan Minimnya Dukungan LingkunganFakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi!
Reri menjelaskan, sepanjang 2025 berbagai program kesehatan jiwa telah dijalankan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Program tersebut meliputi pendampingan keluarga pasien jiwa oleh psikolog di FKTP, penanganan ODGJ gaduh gelisah melalui TIREX’S, sosialisasi P3LP di tempat kerja, skrining kesehatan jiwa, monitoring dan evaluasi program, hingga pelatihan terpadu guna memperkuat layanan kesehatan jiwa di masyarakat.
“Penguatan layanan juga dilakukan dengan memastikan ketersediaan obat serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas,” pungkasnya. (Mong)
