Dari Gulma Jadi Cuan, Eceng Gondok Waduk Saguling Bakal Diolah Jadi Aneka Produk

Eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling akan diolah jadi aneka produk. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling akan diolah jadi aneka produk. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan ton eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling disiapkan untuk memasuki rantai ekonomi baru. Gulma air tersebut akan dimanfaatkan menjadi kerajinan, pakan ternak, hingga bahan bakar briket.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika, mengatakan eceng gondok hasil pembersihan akan didistribusikan kepada perajin dan pelaku usaha yang telah siap mengolahnya.

“Eceng ini enggak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Sebaliknya, akan didistribusikan kepada perajin dan pelaku usaha,” ujar Rini saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga:Rumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?Dari MVP DBL ke Runway Jacquemus, Viknes Waren Mahaputra Bersinar di Panggung Fashion Prancis

Menurut Rini, langkah tersebut dilakukan agar pembersihan eceng gondok tidak sekadar memindahkan persoalan lingkungan dari waduk ke lokasi pembuangan sampah, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru berbasis pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

“Eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling seluruhnya akan didistribusikan kepada perajin dan pelaku usaha di Bandung Barat yang sudah siap mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skema pemanfaatan eceng gondok secara menyeluruh agar gulma yang diangkat ke daratan tidak berubah menjadi tumpukan sampah organik yang berpotensi mencemari lingkungan di lokasi lain.

Selain mengurangi dampak lingkungan, skema tersebut juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

“Ada yang diolah menjadi kerajinan seperti tas, keranjang, kotak tisu, kursi hingga karpet. Sebagian lagi dimanfaatkan menjadi pakan ternak dan bahan bakar briket. Jadi sejak awal kami sudah menyiapkan rantai pemanfaatannya,” jelasnya.

Saat ini, pembersihan eceng gondok masih diprioritaskan di Desa Rancapanggung dan Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, dengan total luasan sekitar 78 hektare.

Fokus pembersihan diarahkan ke kawasan permukiman yang terdampak ledakan populasi nyamuk akibat hamparan eceng gondok yang menutupi perairan.

Baca Juga:RISPAM 2024–2044 Jadi Peta Jalan Air Minum Kabupaten Tasikmalaya, Cakupan Layanan Ditargetkan Tembus 40 PersenSemarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

“Saat ini pembersihan masih diprioritaskan di kawasan permukiman yang terdampak ledakan populasi nyamuk. Setelah diangkat, eceng gondok langsung diarahkan untuk dimanfaatkan sehingga tidak menjadi limbah baru,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar