Tutup Tur di Bandung, Rafi Sudirman Ceritakan Perjalanan Menemukan Identitas Bermusik

Tutup Tur di Bandung, Rafi Sudirman Ceritakan Perjalanan Menemukan Identitas Bermusik
Tutup Tur di Bandung, Rafi Sudirman Ceritakan Perjalanan Menemukan Identitas Bermusik
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musisi muda Rafi Sudirman menutup rangkaian Tur Hari Ini, Esok & Selamanya Bersama Rafi Sudirman & Marriott Bonvoy melalui konser intim yang digelar di Hotel Moxy Bandung, Jumat (19/6/2026). Penampilan tersebut menjadi penutup perjalanan tur yang sebelumnya menyambangi Solo, Surabaya, Bali, dan Lombok.

Mengusung konsep intimate concert, tur ini tidak hanya menyajikan pertunjukan musik, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara Rafi dan para penggemarnya. Selain konser, penyanyi sekaligus penulis lagu tersebut juga menggelar sesi meet and greet yang memberikan kesempatan kepada penggemar untuk berbincang langsung dan mengabadikan momen bersama.

Dalam wawancara sebelum konser, Rafi mengungkapkan bahwa album Hari Ini, Esok & Selamanya merupakan karya yang lahir dari refleksi pribadinya sebagai anak muda yang tengah menghadapi berbagai ketidakpastian masa depan.

Baca Juga:Dugaan Kekerasan Seksual Bocah di Ciampea Terungkap Setelah Pelaku Kirim Video ke Ponsel Orang Tua KorbanRibuan Relawan Gelar Aksi Damai, Dukung Keberlanjutan Program MBG di Tasikmalaya

“Album ini sebenarnya lahir dari ketakutan saya sendiri. Tentang hari ini, tentang esok, dan tentang masa yang akan datang. Lagu-lagu di dalamnya adalah pemikiran saya di usia 20-an, tentang rasa takut menghadapi masa depan sekaligus harapan baik yang ingin saya bagikan kepada pendengar,” ujar Rafi.

Menurutnya, album tersebut menjadi medium untuk mengabadikan berbagai keresahan yang banyak dirasakan generasi muda saat memasuki fase dewasa. Mulai dari pertanyaan mengenai masa depan, karier, hingga perjalanan menemukan tujuan hidup.

Rafi menjelaskan bahwa keputusan untuk merilis album penuh pada 2025 merupakan proses panjang setelah sebelumnya lebih banyak merilis single maupun mini album. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menemukan identitas musik yang paling sesuai dengan dirinya.

“Saya merasa sebelumnya masih mencari jati diri. Apakah cocok di bahasa Inggris, apakah cocok di RnB. Sampai akhirnya saya menemukan pijakan di musik Indonesia, khususnya pop dengan elemen saksofon yang masih membawa sentuhan RnB,” katanya.

Proses kreatif album tersebut melibatkan sejumlah musisi dan produser yang turut memberi warna dalam karyanya. Nama-nama seperti GAC, Sandi Sondoro, hingga Ify Alyssa menjadi bagian dari perjalanan kreatif tersebut.

0 Komentar