JABAR EKSPRES – Sekda Jabar Herman Suryatman bakal tegur sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tak update soal Laporan Tahunan yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.
Hal itu diungkapkan Herman selepas sesi acara dengan Komisi Informasi di DPRD Jawa Barat, Senin (22/6).
“Nanti kami akan cek ya, dan kami akan tegur. Karena itu sudah menjadi kewajiban,” katanya saat ditanya terkait update Laporan Tahunan BUMD.
Baca Juga:Wacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera TerwujudFestival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Nasional
Herman menegaskan, sebagai badan publik tentu ada kewajiban untuk melaporkan terkait perkembangan kinerja maupun keuangan dalam bentuk Laporan Tahunan tersebut.
“Apalagi BUMD di bawah binaan Pemda langsung, harus share laporan keuangannya sesuai ketentuan. Karena semua informasi terbuka kecuali yang dikecualikan,” tegasnya.
Sementara itu, dari pantauan Jabar Ekspres melalui sejumlah website resmi BUMD, Senin (22/6)siang, memang ada beberapa BUMD yang belum update soal Laporan Tahunan.
Misalnya PT Agronesia yang baru update Laporan Tahunan 2024, lalu BIJB Kertajati update baru tahun 2018, PT Migas Utama Jabar (MUJ) update 2024.
Termasuk PT Jamkrida Jabar yang update 2024. Namun Direktur Utama PT Jamkrida Jabar Bobby Cahyadi menjelaskan bahwa pihaknya telah update terkait laporan tahunan tersebut sebagai mana ketentuan yang ada.
“Kami sudah sampaikan melalui media cetak, ” katanya.
Tak Hanya Informatif tapi Edukatif
Dalam kesempatan itu Sekda Jabar Herman Suryatman juga menegaskan bahwa badan publik tak cukup informatif tapi juga perlu edukatif. Menurutnya informasi adalah alat bukan tujuan utama.
“Jadi keterbukaan informasi publik kan alat, bukan tujuan. Tujuannya adalah Jawa Barat Istimewa. Jadi bagaimana badan publik bukan hanya terbuka, bukan hanya informatif, tapi memanfaatkan informasinya untuk mengedukasi masyarakat, ” cetusnya.
Baca Juga:Kadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa DepanDiduga Meleng, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Cibinong Bogor
Contohnya adalah soal literasi keuangan. “Masyarakat di di desa, di kelurahan se-Jawa Barat tahu ada KUR Super Mikro, atau KUR dengan skema-skema yang lainnya. Sehingga jangan sampai masyarakat terjebak oleh Bank Emok ataupun pinjol ilegal,” katanya. (son)
