DKPP KBB Waspadai Penurunan Produksi Gabah hingga 15 Persen Akibat Kekeringan

Antisipasi Kemarau Panjang, DKPP KBB Waspadai Penurunan Produksi Gabah hingga 15 Persen
Petani di Bandung Barat tengah memanen padi. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, potensi lahan pertanian yang terdampak kekeringan mencapai 2.302 hektare. Lahan tersebut didominasi sawah tadah hujan, kawasan tanpa jaringan irigasi, serta daerah irigasi yang mengalami kerusakan.

Sebagai langkah konkret, DKPP KBB menjalankan program pompanisasi massal dengan memanfaatkan sumber-sumber air permukaan yang masih tersedia untuk mengairi lahan sawah kritis. Program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.

Pada 2026, Bandung Barat memperoleh bantuan sebanyak 122 unit pompa air. Pemerintah daerah juga tengah mengusulkan tambahan 43 unit pompa dengan target layanan mencapai 825 hektare lahan pertanian.

Baca Juga:Petani Tembakau Keluhkan Aturan Kemenkes Soal Pembatasan Nikotin, Ini Kata DKPP Sumedang! DKPP KBB Siagakan 122 Pompa Air untuk Antisipasi Kekeringan

Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai langkah antisipasi apabila dampak kekeringan memengaruhi ketahanan pangan masyarakat.

Lukmanul mengimbau petani agar memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal dan tidak memaksakan penanaman apabila ketersediaan air tidak mencukupi.

“Petani perlu menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air. Sebagian areal padi pada musim tanam kedua dan ketiga dapat dialihkan ke palawija, serta menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar