DKPP KBB Siagakan 122 Pompa Air untuk Antisipasi Kekeringan

DKPP KBB Siagakan 122 Pompa Air untuk Antisipasi Kekeringan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 2.302 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung Barat berpotensi terdampak kekeringan saat musim kemarau.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DKPP KBB menyiapkan berbagai langkah mulai dari pompanisasi hingga penyesuaian pola tanam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, mengatakan potensi kekeringan tersebut berada di lahan pertanian tadah hujan, kawasan yang tidak memiliki jaringan irigasi, serta daerah irigasi yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:Dana BGN Mandek, 40 Dapur MBG di Bandung Barat Berhenti BeroperasiBandung Barat Pertahankan WTP Lima Tahun Berturut-turut, Jeje: Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan mesin pompa air untuk wilayah yang masih memiliki sumber air. Selain itu, irigasi perpompaan, jaringan irigasi air tanah, irigasi perpipaan, serta jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier juga terus dimaksimalkan untuk menghadapi musim kemarau,” kata Lukmanul saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Selain penguatan sarana pengairan, petani juga didorong menerapkan teknik budidaya yang lebih hemat air. Upaya tersebut dilakukan melalui pergeseran musim tanam, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, metode System Rice Intensification (SRI), penggunaan mulsa, hingga diversifikasi tanaman.

Menurut Lukmanul, pihaknya juga memperkuat kelembagaan petani melalui sinergi kelompok tani, pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serta dukungan TNI dan Polri dalam pemetaan dan mitigasi wilayah rawan kekeringan.

“Untuk antisipasi kekeringan, kami melakukan pemetaan lokasi rawan, pendampingan kepada petani, serta memperkuat koordinasi antar kelembagaan pertanian agar penanganan di lapangan lebih efektif,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, DKPP melaksanakan program pompanisasi massal untuk mengalirkan air dari sumber air permukaan yang masih tersedia ke lahan pertanian yang terancam kekeringan.

“Bantuan pompanisasi ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Tahun 2026 kami mendapat fasilitasi bantuan 122 set pompa air dan saat ini sedang dalam proses pengusulan tambahan 43 unit lagi,” katanya.

Bantuan tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 825 hektare lahan pertanian sehingga kebutuhan air petani tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Baca Juga:ASN dan PPPK Diberi Ruang Ikut Kontestasi BPD di Bandung Barat!Disparbud: Kunjungan Wisatawan ke Bandung Barat Tembus 83 Ribu Orang

Lukmanul mengimbau petani agar mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia, baik air permukaan maupun air tanah, serta tidak memaksakan menanam komoditas yang membutuhkan banyak air apabila pasokan air terbatas.

0 Komentar